PADANG, Fakta Hukum Nasional — Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Sumbar V Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat. Salah satunya melalui kegiatan Ngobras atau Ngopi Bareng Santai, yang menjadi wadah komunikasi antara personel kepolisian dengan masyarakat secara lebih dekat, santai dan humanis.
Kegiatan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi sambil menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi informasi, menyampaikan edukasi serta mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Dalam suasana santai, personel Sat PJR Sumbar V berdialog dengan masyarakat mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan lalu lintas. Komunikasi dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat menyampaikan pengalaman, keluhan maupun berbagai persoalan yang ditemui saat beraktivitas di jalan raya.
Melalui pendekatan tersebut, pesan-pesan keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat diterima dengan lebih mudah. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, namun juga hadir untuk memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat sebelum persoalan lalu lintas terjadi.
Konsep Ngobras menjadi salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dua arah. Personel tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga mendengarkan masyarakat.
Sejumlah pesan penting disampaikan dalam kegiatan tersebut, di antaranya mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm standar bagi pengendara sepeda motor, menggunakan sabuk keselamatan bagi pengemudi maupun penumpang kendaraan roda empat, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara serta tidak mengemudikan kendaraan dalam kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Masyarakat juga diingatkan untuk selalu membawa dan melengkapi dokumen kendaraan serta perlengkapan berkendara sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pengendara diminta untuk senantiasa menjaga kecepatan kendaraan, memperhatikan kondisi jalan, menjaga jarak aman serta mengutamakan keselamatan ketika berkendara.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, mengatakan bahwa kegiatan komunikasi yang dilakukan secara santai merupakan salah satu cara untuk membangun kedekatan antara Polantas dan masyarakat.
“Melalui Ngobras ini kita ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Ngopi santai bukan sekadar berkumpul, tetapi menjadi kesempatan untuk mendengarkan masyarakat, berbagi informasi dan menyampaikan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas,” ujar Kombespol Reza.
Menurutnya, pendekatan komunikasi yang humanis perlu terus dikembangkan agar masyarakat tidak merasa berjarak dengan polisi. Dengan komunikasi yang terbuka, kepolisian dapat memahami berbagai persoalan lalu lintas yang terjadi di lapangan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah menciptakan ruang komunikasi yang nyaman antara personel lalu lintas dengan masyarakat. Kami ingin pesan-pesan keselamatan dapat disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mematuhinya,” katanya.
Kombespol Reza menegaskan, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian memiliki tugas untuk memberikan pelayanan, pengaturan, penjagaan, pengamanan dan penegakan hukum, namun keberhasilan menciptakan Kamseltibcarlantas juga sangat ditentukan oleh kesadaran masyarakat sebagai pengguna jalan.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak memandang aturan lalu lintas semata-mata sebagai kewajiban yang harus dipatuhi karena adanya petugas. Lebih dari itu, aturan dibuat untuk melindungi seluruh pengguna jalan.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan, bukan karena takut ditilang. Ketika masyarakat tertib, disiplin dan saling menghargai di jalan, maka risiko kecelakaan dapat ditekan dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, personel Sat PJR Sumbar V juga mengingatkan masyarakat agar menjadi pengguna jalan yang beretika. Sikap saling menghormati antara sesama pengguna jalan dinilai sangat penting untuk menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif.
Pengendara diminta tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik tidak memungkinkan untuk berkendara. Begitu pula dengan pengendara yang hendak melakukan perjalanan jauh agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum berangkat.
Pemeriksaan kendaraan, kondisi rem, ban, lampu, kaca spion dan kelengkapan lainnya menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Tak kalah penting, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan lain, seperti berkendara dengan kecepatan tinggi, melawan arus, menerobos lampu lalu lintas, menggunakan kendaraan secara ugal-ugalan serta menggunakan telepon seluler saat kendaraan sedang berjalan.
Menurut Dirlantas Polda Sumbar, edukasi seperti ini akan terus dilakukan dengan berbagai metode agar pesan keselamatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti Ngobras dapat menjadi sarana membangun kesadaran bersama. Polisi hadir bukan hanya untuk melakukan penindakan, tetapi juga untuk memberikan pemahaman, mengedukasi dan mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan,” tutur Kombespol Reza.
Ia juga berharap masyarakat dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga ketertiban lalu lintas. Setiap pengguna jalan, menurutnya, memiliki peran penting dalam menciptakan suasana berkendara yang aman.
“Harapan kami, komunikasi yang terbangun melalui kegiatan ini tidak berhenti pada saat ngobrol dan ngopi saja. Pesan-pesan yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian ditularkan kepada keluarga, teman dan lingkungan sekitar. Dengan begitu, budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas dapat tumbuh bersama,” jelasnya.
Sat PJR Sumbar V Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, komunikatif dan responsif. Pendekatan persuasif melalui komunikasi langsung diharapkan dapat memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.
Kegiatan Ngobras sekaligus menjadi gambaran bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Secangkir kopi menjadi pembuka komunikasi, sementara edukasi keselamatan menjadi pesan utama yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam perilaku masyarakat di jalan raya.
Dengan terjalinnya komunikasi yang semakin dekat antara Polantas dan masyarakat, diharapkan kesadaran untuk mematuhi aturan lalu lintas semakin meningkat.
Ngobras Sat PJR Sumbar V: ngopi santai, komunikasi dekat, berbagi edukasi, bersama mewujudkan Kamseltibcarlantas dan keselamatan sebagai kebutuhan seluruh pengguna jalan. (Putri)


