-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Rahmad Sukendar: Jenderal Suyudi Sosok Humanis, Tegas dan Dekat dengan Masyarakat

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Senin, 05 Oktober 2026, Oktober 05, 2026 WIB Last Updated 2026-10-05T10:53:35Z
    banner 719x885

     



    Jakarta, fakta hukum nasional — Sosok Jenderal Pol Suyudi Ario Seto dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Selain tegas dalam menjalankan tugas, Suyudi disebut dikenal sebagai pribadi yang humoris, supel, rendah hati, dan humanis.


    Penilaian itu disampaikan Ketua Umum BPI KPNPA RI Rahmad Sukendar. Ia mengaku telah mengenal karakter Suyudi sejak perwira tersebut masih menjabat sebagai Kapolsek Tanah Abang.


    Menurut Rahmad, karakter tersebut hingga kini tetap melekat dalam diri Suyudi, meski tanggung jawab yang diembannya semakin besar di tubuh Polri.


    “Sepanjang yang saya ketahui, sosok Suyudi Ario Seto sudah dikenal sejak menjabat Kapolsek Tanah Abang sebagai pribadi yang humoris dan tegas dalam menjalankan tugas,” ujar Rahmad, Senin (5/10/2026).


    Rahmad menilai, gaya kepemimpinan yang mau turun langsung ke tengah masyarakat merupakan modal penting bagi seorang pimpinan kepolisian. Dengan cara itu, pimpinan dapat melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi warga.


    Pengalaman tersebut, kata dia, terlihat ketika Suyudi menjabat Kapolda Banten. Suyudi disebut tidak hanya berada di belakang meja, tetapi kerap turun menyapa masyarakat dan melihat langsung kondisi keamanan serta ketertiban di wilayahnya.


    “Selama menjabat Kapolda Banten, beliau merupakan sosok yang dekat dengan masyarakat. Beliau gemar turun langsung, menyapa warga, melihat kondisi di lapangan, sekaligus mendengar secara langsung berbagai persoalan terkait kinerja kepolisian dan kamtibmas,” katanya.


    Bagi Rahmad, pendekatan seperti itu penting untuk membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Sebab, persoalan kamtibmas tidak selalu dapat dipahami hanya melalui laporan tertulis atau data administrasi.


    Interaksi langsung dengan masyarakat memungkinkan pimpinan kepolisian memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi di lapangan. Termasuk mengetahui keluhan warga terhadap pelayanan kepolisian maupun persoalan keamanan yang mereka hadapi.


    Rahmad juga menyoroti pengalaman Suyudi ketika bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga membutuhkan pendekatan pencegahan dan edukasi.


    “Selama di BNN juga turun langsung dalam pemberantasan narkoba maupun edukasi tentang bahaya narkoba. Artinya, pendekatan kepada masyarakat dan upaya pencegahan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas,” ujarnya.


    Ia menambahkan, kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kehadiran tersebut harus menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi sekaligus membangun kepercayaan publik.


    “Pemimpin Polri harus mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar dan melihat langsung persoalan yang terjadi. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat terus dibangun,” tutur Rahmad.


    Rahmad berharap karakter kepemimpinan Suyudi yang terbuka, humanis, dan dekat dengan masyarakat dapat terus dipertahankan dalam menjalankan amanah dan tugasnya sebagai pimpinan Polri.


    Pengalaman panjang Suyudi, baik dalam tugas kepolisian maupun saat berada di lingkungan BNN, dinilai menjadi bekal penting untuk terus memperkuat pelayanan kepolisian sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini