-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Buruh TKBM Teluk Bayur Desak Penegakan Regulasi: Aksi Damai Berlangsung Tertib, KSOP Beri Respons Resmi

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Senin, 08 Desember 2025, Desember 08, 2025 WIB Last Updated 2025-12-08T06:48:26Z
    banner 719x885


    PADANG, Fakta Hukum Nasional _ Ratusan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Teluk Bayur turun ke lapangan dalam aksi damai, Senin pagi, menuntut kepastian regulasi dan penegakan legalitas operasional TKBM yang dinilai mulai diabaikan otoritas pelabuhan.


    Aksi ini digelar PUK FSPTI–TKBM Teluk Bayur dan mendapat dukungan penuh dari PC FSPTI Kota Padang serta PD FSPTI Sumatera Barat. Seluruh jajaran pimpinan hadir, termasuk Ketua PC FSPTI Kota Padang Zakirudin, Wakil Ketua Syafrizal Koto, Ketua Koperbam Chandra, dan PD FSPTI Sumbar Yunisman SE., MM.


    Tuntut Kepastian Nasib, Buruh Bergerak Tertib


    Sekitar pukul 10.00 WIB, buruh bergerak menuju titik aksi membawa spanduk dan pernyataan sikap. Tidak ada provokasi, tidak ada gangguan operasional pelabuhan. Aksi berlangsung tertib, menjadi pesan bahwa buruh menuntut hak dengan cara beradab.


    Dalam orasinya, Ketua PC FSPTI Kota Padang Zakirudin menegaskan bahwa aksi ini bukan unjuk kekuatan, melainkan tuntutan terhadap penegakan aturan.


    “Kami hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan. Kami menuntut aturan ditegakkan — karena masa depan keluarga kami ada di sini.”


    Ketua Koperbam Chandra mengingatkan bahwa Koperbam sebagai lembaga resmi memiliki dasar hukum yang kuat.


     “Koperbam ada sejak 1989 dan memiliki izin resmi dari pusat. Legalitas ini jelas dan harus dihormati. Teluk Bayur harus kembali ke rel aturan.”


    Nada lebih tegas datang dari Wakil Ketua FSPTI Kota Padang Syafrizal Koto, yang menyinggung Putusan PTUN Medan.


    “Jika Putusan PTUN No. 63/B/TF/2025 tertanggal 17 Juli 2025 tidak dihormati, aksi damai skala lebih besar akan digelar.”


    KSOP Teluk Bayur Apresiasi Aksi Damai


    Di hadapan awak media, Kepala KSOP Teluk Bayur Chaerul Awaluddin menyampaikan tiga sikap utama terkait aksi tersebut.


    1. KSOP mengajak buruh turut mendoakan dan membantu korban bencana di Sumatera Barat.


    2. Pernyataan sikap buruh akan diteruskan kepada pimpinan pusat.


    3. KSOP mengapresiasi aksi damai yang berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas pelabuhan.


    Pernyataan Chaerul disambut tepuk tangan massa, menunjukkan bahwa dialog terbuka masih menjadi ruang komunikasi efektif antara buruh dan otoritas pelabuhan.


    Aksi Selesai, Pelabuhan Beroperasi Normal


    Pukul 11.00 WIB, aksi dinyatakan selesai. Tidak ada kericuhan, tidak ada gangguan aktivitas. Setelah tuntutan disampaikan, buruh kembali bekerja seperti biasa.


    Aksi ini meninggalkan pesan kuat: buruh Teluk Bayur bukan menolak pekerjaan — mereka menolak ketidakadilan.


    Peristiwa hari itu menegaskan bahwa pelabuhan tidak akan hidup tanpa buruh. Dalam setiap kebijakan maritim, suara pekerja harus mendapat ruang, bukan dikesampingkan. Kehadiran FSPTI dan Koperbam di lapangan hari ini menjadi bukti bahwa perjuangan buruh adalah perjuangan martabat, bukan sekadar administrasi..(tim08)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini