-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pulihkan Permukiman Terdampak Banjir, Manggala Agni Kemenhut Kerja Tanpa Henti di Padang

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Selasa, 09 Desember 2025, Desember 09, 2025 WIB Last Updated 2025-12-09T14:49:06Z
    banner 719x885



    Padang, fakta hukum nasional — Kementerian Kehutanan mengerahkan tim Manggala Agni dari Sumatera Barat, Riau, dan Jambi untuk membersihkan sedimen banjir yang menimbun permukiman warga di Komplek Griya Permata II, Kelurahan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.


    Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Thomas Nifinluri, bersama Kepala BKSDA Sumbar Hartono dan Kepala Taman Nasional Siberut Antonius Vevri, memantau langsung pengerahan tim di lokasi pada Selasa, 9 Desember.



    Empat regu Manggala Agni diterjunkan sejak pagi. Mereka berjibaku dengan tumpukan sedimen yang memenuhi jalan dan rumah warga pascabanjir bandang yang melanda kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji. Wilayah ini menjadi salah satu titik terdampak terparah bencana hidrometeorologi di Padang. Sedikitnya lima rumah hanyut, sementara 165 kepala keluarga terdampak.


    Thomas mengatakan operasi kemanusiaan ini digelar atas arahan pimpinan Kementerian Kehutanan. Selain bantuan pangan, sebanyak 60 personel Manggala Agni diterjunkan untuk menyisir jalan dan permukiman yang tertutup pasir serta lumpur setinggi pinggang orang dewasa.


    Berdasarkan pemantauan di lapangan, perubahan fisiografi sungai terlihat jelas. DAS Batang Kuranji melebar 30 hingga 50 meter, dari sebelumnya hanya sekitar 10 meter. Aliran air yang sebelumnya lurus kini membentuk kelokan menyerupai huruf S.


    “Hari ini memasuki hari kesepuluh operasi pembersihan di Komplek Griya Permata II. Tim tetap bekerja mengikuti masa tanggap darurat, berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” ujar Thomas.


    Untuk rehabilitasi sungai, Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. “Kami juga akan menanam jenis-jenis pohon dengan akar kuat untuk menahan kompaksi tanah,” kata Thomas.(hen)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini