-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Galodo Arosuka, Kapolda Sumbar Turun Langsung Kerahkan 300 Personel Gabungan

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Selasa, 22 September 2026, September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T09:04:47Z
    banner 719x885

     


    Padang, fakta hukum nasional — Bencana galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam, membuat penanganan darurat langsung diperkuat. Kepolisian mengerahkan sekitar 300 personel gabungan untuk membantu pencarian korban, mengevakuasi warga, hingga membuka kembali akses jalan yang tertutup material banjir bandang.


    Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy turun langsung ke lokasi, Selasa (22/9/2026), untuk memastikan proses pencarian dan penanganan dampak bencana berjalan maksimal.


    Galodo disertai longsor membawa material lumpur, batu, kayu, dan tanah. Material tersebut menutup sejumlah akses jalan hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.


    Personel Brimob, Samapta, dan Polres Solok dikerahkan bersama unsur TNI, BPBD, Basarnas, relawan, serta instansi terkait lainnya. Tim gabungan langsung menyisir sejumlah titik yang terdampak sekaligus membersihkan material yang menutup badan jalan.


    Kapolda Sumbar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mengatakan, pencarian korban menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut. Selain itu, petugas melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah warga serta membuka akses yang masih tertutup material.


    “Yang paling utama nanti kita lakukan adalah pencarian korban dan pendataan kerusakan rumah warga yang ada di sekitar TKP ini,” ujar Djati, Selasa (22/9/2026).


    Jalur Padang-Solok sebelumnya sempat terputus akibat material banjir bandang yang menutup badan jalan di sejumlah titik. Petugas gabungan kemudian bergerak melakukan pembersihan untuk mempercepat pemulihan akses transportasi.


    Di tengah proses pencarian, laporan mengenai warga yang belum ditemukan masih terus didalami. Data korban maupun kerusakan belum final karena pendataan masih berlangsung di lapangan.


    Tak hanya pencarian, petugas juga melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di lokasi rawan. Sejumlah titik pengungsian disiapkan untuk menampung masyarakat terdampak.


    Kepolisian juga menyiapkan dukungan logistik bagi warga, petugas, dan relawan yang masih berjibaku di lokasi bencana. Kapolda memastikan kebutuhan masyarakat akan diupayakan terpenuhi selama masa tanggap darurat.


    “Kami akan segera membuka dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak. Seluruh sumber daya yang diperlukan akan kita optimalkan agar penanganan bencana ini dapat berlangsung cepat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.


    Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polres Solok membuka Pos DVI Ante Mortem di RSUD Arosuka. Pos tersebut melayani pendataan dan pengumpulan informasi dari keluarga yang melaporkan anggota keluarganya belum ditemukan.


    Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan yang masih berisiko. Terutama wilayah perbukitan, bantaran sungai, serta titik yang berpotensi mengalami longsor susulan.


    “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama karena kondisi cuaca masih dapat berubah. Jangan memasuki area yang dinilai berbahaya dan ikuti informasi maupun arahan resmi dari petugas,” tegasnya.


    Hingga Selasa (22/9/2026), pencarian korban, evakuasi warga, pembersihan material, dan pendataan dampak galodo masih berlangsung. Seluruh unsur gabungan terus dikerahkan untuk menangani dampak bencana sekaligus memulihkan akses di kawasan terdampak. (rel)


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini