Padang, fakta hukum nasional — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat peningkatan jumlah penumpang selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sebanyak 123.408 penumpang menggunakan layanan kereta api di wilayah operasional Divre II Sumbar.
Jumlah tersebut meningkat 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 118.898 penumpang.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan peningkatan volume penumpang dipengaruhi oleh penambahan frekuensi perjalanan kereta, peningkatan kapasitas tempat duduk, serta tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
“Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Kereta api kini semakin dipilih karena efisien, nyaman, dan ramah lingkungan,” kata Reza, Senin (5/12026).
Berdasarkan data KAI Divre II Sumbar, lima stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi selama periode Nataru 2025 yakni Stasiun Padang dengan 31.746 penumpang, Stasiun Pariaman 23.845 penumpang, Stasiun Air Tawar 11.691 penumpang, Stasiun Naras 7.525 penumpang, dan Stasiun Lubuk Alung 7.066 penumpang.
Sementara itu, lima stasiun tujuan kedatangan penumpang tertinggi adalah Stasiun Padang dengan 33.852 penumpang, Stasiun Pariaman 24.526 penumpang, Stasiun Air Tawar 10.156 penumpang, Stasiun Naras 8.074 penumpang, serta Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) 6.768 penumpang.
Dari sisi ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP), KAI Divre II Sumbar mencatatkan kinerja yang tinggi. Ketepatan waktu kedatangan kereta penumpang mencapai 99,60 persen, sedangkan ketepatan waktu keberangkatan berada di angka 99,80 persen selama masa angkutan Nataru 2025.
Menurut Reza, capaian tersebut didukung oleh peningkatan mutu operasional, termasuk perawatan sarana dan prasarana perkeretaapian.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI,” ujar Reza.
Ia menambahkan, pembelian tiket dapat dilakukan sejak H-7 keberangkatan melalui aplikasi, sementara layanan loket go-show di stasiun tetap disediakan dan dibuka tiga jam sebelum keberangkatan selama tiket masih tersedia.
“KAI berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dengan mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu demi mewujudkan transportasi massal yang aman dan berkelanjutan,” tutup Reza.(rel)


