-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kajari Padang: Jaksa Masuk Sekolah Kunci Bangun Generasi Sadar Hukum

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Senin, 27 April 2026, April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T04:51:27Z
    banner 719x885



    Padang, fakta hukum nasiojal
    — Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Dr Koswara S,H MH, menyoroti tingginya dominasi perkara narkotika di wilayah hukumnya. Ia menegaskan, penguatan edukasi hukum sejak dini menjadi langkah strategis untuk menekan angka kejahatan tersebut.



    Hal itu disampaikan Koswara saat membuka kegiatan Jaksa Masuk Sekolah di SMP Negeri 13 Padang, Senin (27/4). Dalam kegiatan tersebut, ia berinteraksi langsung dengan para siswa guna menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan generasi muda.

    “Rata-rata kami menangani sekitar 100 perkara setiap bulan, dan 90 persen di antaranya terkait narkotika. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujar Koswara.


    Menurut dia, maraknya peredaran narkotika bukan semata persoalan penegakan hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap masa depan generasi muda. Karena itu, pendekatan preventif melalui edukasi dinilai sama pentingnya dengan penindakan.



    Kejari Padang, lanjut Koswara, tetap berkomitmen menindak tegas pelaku kejahatan narkotika. Bahkan, pihaknya telah mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap seorang pengedar sabu dengan barang bukti sekitar 50 kilogram.


    “Jumlah tersebut sangat berbahaya jika beredar di masyarakat. Dampaknya bisa merusak generasi muda dalam skala besar,” katanya Kajari Padang Koswara yang didampingi Kasi Intelijen Erianto.


    Dalam sesi interaksi, Koswara menekankan pentingnya pemahaman terhadap konsekuensi hukum dari setiap perbuatan. Ia mengajak para siswa untuk lebih waspada terhadap pengaruh lingkungan serta berani menolak ajakan yang mengarah pada pelanggaran hukum, termasuk penyalahgunaan narkotika.


    Meski keterlibatan pelajar dalam kasus narkotika masih relatif kecil, ia mengingatkan potensi ancaman tetap ada. Saat ini, kasus yang melibatkan remaja lebih banyak berkaitan dengan perkelahian atau tawuran.


    “Ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga keluarga, sekolah, dan lingkungan,” ujarnya.


    Program Jaksa Masuk Sekolah, kata Koswara, akan terus digencarkan sebagai sarana edukasi hukum yang menyentuh langsung pelajar. Melalui program ini, siswa diharapkan memahami risiko hukum sekaligus memiliki kesadaran untuk menjauhi perilaku melanggar hukum.


    Dukungan terhadap langkah tersebut juga datang dari DPRD Kota Padang dan Dinas Pendidikan. Dikesempatan itu Ketua DPRD Padang Muharlion  menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membentuk karakter generasi muda yang sadar hukum.
    Dengan penguatan edukasi dan penegakan hukum yang konsisten,


    " Program Jaksa Masuk Sekolah ( JMS) ini Kita berharap angka kejahatan, khususnya narkotika, dapat ditekan secara bertahap di Kota Padang. Melalui edukasi sejak dini kepada pelajar di Kota Padang melalui program JMS," katanya.


    Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova,  dan Kepala Kesbangpol Kota Padang Suhendri Barkah.(rel/hen)















    Komentar

    Tampilkan

    Terkini