PADANG Fakta Hukum Nasional _ Suasana hangat penuh kebersamaan terasa di RW 01, RT 01 Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu malam (25/4/2026). Lewat kegiatan bertajuk “Kobar Semangat” (Kopi Bareng Selatan Menyala dan Hangat), pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga duduk bersama membahas isu krusial: pembangunan dan penanganan narkoba berbasis kolaborasi.
Inisiatif Camat Padang Selatan, Wilman Muktar, ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Forum ini menjadi kanal komunikasi langsung antara pemerintah dan warga, sekaligus ruang transparansi program prioritas daerah.
“Ini bukan hanya kumpul-kumpul. Kita ingin masyarakat tahu, terlibat, dan ikut mengawal pembangunan di lingkungannya,” tegas Wilman.
Dalam pemaparannya, Wilman menyoroti program unggulan Wali Kota Padang yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan, penguatan ekonomi lokal, serta penyelesaian persoalan sosial hingga tingkat kelurahan.
Peran generasi muda turut menjadi sorotan. Ketua Karang Taruna Kota Padang, Hendratmo, menegaskan bahwa pemuda harus tampil sebagai motor perubahan sosial.
“Pemuda jangan pasif. Kita harus jadi garda terdepan menjaga lingkungan tetap kondusif, apalagi di kawasan strategis seperti Teluk Bayur,” ujarnya.
Isu narkoba menjadi perhatian utama dalam dialog tersebut. Kepala BNN Provinsi, Yusral, menegaskan perubahan pendekatan dalam penanganan penyalahgunaan narkoba—dari semata penindakan menjadi pemulihan.
“BNN tidak hanya menangkap. Rehabilitasi adalah kunci agar korban bisa kembali hidup normal dan produktif. Ini soal kemanusiaan,” tegasnya di hadapan warga.
Menurut Yusral, stigma terhadap korban penyalahgunaan narkoba harus dihapus. Masyarakat didorong untuk mendukung upaya rehabilitasi, bukan justru mengucilkan.
Kegiatan ini juga membuka ruang dialog dua arah. Warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan lingkungan, keamanan, hingga kebutuhan ekonomi lokal—langsung kepada pemangku kebijakan.
Kobar Semangat menjadi bukti bahwa pendekatan kolaboratif mampu membangun kepercayaan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
Dengan model komunikasi terbuka seperti ini, Padang Selatan diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya aman dan sehat, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan sosial—termasuk ancaman narkoba...(Evisuandi)


