Padang, fakta hukum nasional – Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy resmi ditunjuk sebagai Kapolda Sumatera Barat berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Dalam mutasi tersebut, Djati menggantikan Gatot Tri Suryanta yang mendapat penugasan baru di Lemdiklat Polri.
Djati merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 dan dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang intelijen kepolisian. Ia juga tercatat sebagai rekan seangkatan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Karier Djati di Korps Bhayangkara banyak dihabiskan di jajaran Intelkam Polri. Ia pernah menjabat Wadirintelkam Polda Kalimantan Tengah periode 2012-2014, kemudian dipercaya menjadi Dirintelkam Polda Riau pada 2014-2016.
Setelah bertugas di wilayah, Djati ditarik ke Mabes Polri. Ia sempat menduduki jabatan Kasubdit I Ditsosbud Baintelkam Polri periode 2016-2018 dan Analis Kebijakan Madya Bidang Sosial Budaya Baintelkam Polri pada 2018-2019.
Kariernya terus berlanjut sebagai Analis Utama Tk I Baintelkam Polri periode 2019-2020 sebelum dipercaya menjabat Kabidkerma Baintelkam Polri pada 2020.
Masih di bidang intelijen, Djati kemudian dipercaya menjadi Dirintelkam Polda Jawa Tengah periode 2020-2021. Jabatan strategis lain yang pernah diembannya adalah Dirkamsus Baintelkam Polri pada 2021-2024.
Selain pengalaman di bidang intelijen, Djati juga pernah bertugas di kewilayahan sebagai Kapolres Barito Selatan.
Pada 2024, ia dipercaya menjadi Wakapolda Kalimantan Timur. Setelah itu, Djati bergeser menjadi Wakapolda Metro Jaya hingga 2025 sebelum dipromosikan sebagai Kapolda Kalimantan Utara.
Kini, tantangan baru menanti Irjen Djati di Ranah Minang. Sejumlah persoalan mulai dari narkoba, tambang ilegal hingga gangguan kamtibmas menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi kapolda baru tersebut.(rel)


