Padang Fakta Hukum Nasional _ Momentum Hari Buruh Internasional 1 Mei dimanfaatkan jajaran Ditlantas Polda Sumatera Barat untuk menyuarakan apresiasi sekaligus komitmen nyata terhadap para pekerja. Dirlantas Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq bersama Wadirlantas AKBP Yudho Huntoro menegaskan bahwa buruh adalah fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.
Dalam pesan resminya yang tersebar di berbagai titik strategis jalan raya di Sumbar, keduanya menyampaikan penghargaan tegas: kerja keras buruh adalah penggerak utama roda ekonomi. “Terima kasih atas dedikasi para pekerja. Kesejahteraan dan keadilan harus terus diperjuangkan,” menjadi pesan kunci yang digaungkan.
Pernyataan ini bukan sekadar seremoni. Ditlantas menekankan bahwa realitas di lapangan menunjukkan pekerja menghadapi tantangan berat setiap hari—mulai dari tekanan ekonomi hingga risiko keselamatan saat beraktivitas. Karena itu, aspek keamanan lalu lintas menjadi bagian penting dari perlindungan buruh.
Wadirlantas menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran dan keselamatan mobilitas pekerja, terutama di sektor transportasi dan pekerja harian yang bergantung pada akses jalan. Upaya menjaga kamseltibcarlantas disebut sebagai bentuk dukungan langsung terhadap produktivitas dan keselamatan buruh.
Sebagai langkah konkret, Ditlantas Polda Sumbar menggelar sejumlah aksi di lapangan: pemasangan spanduk apresiasi di jalur utama, pembagian air minum dan makanan ringan bagi pekerja, serta patroli intensif di jam sibuk untuk memastikan lalu lintas tetap aman dan lancar.
Respons positif datang dari para pekerja. Mereka menilai perhatian ini bukan hanya simbolis, tetapi juga menjadi dorongan moral di tengah tuntutan kerja yang tinggi. Apresiasi dari aparat dinilai memberi energi tambahan untuk tetap produktif.
Lebih jauh, jajaran Ditlantas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti pada seremoni tahunan. Penghormatan terhadap buruh harus diwujudkan dalam tindakan nyata: menciptakan lingkungan kerja yang layak, menjamin hak-hak pekerja, serta memastikan imbalan yang adil.
Pesan akhirnya jelas dan tegas: tanpa buruh, pembangunan tidak akan bergerak. Karena itu, menjaga keselamatan, kesejahteraan, dan martabat pekerja bukan pilihan—melainkan keharusan bersama..(Red/tim01)


