Padang, fakta hukum nasional – Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V terus melakukan penanganan pascabanjir besar yang melanda kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Oktober 2025 lalu.
Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Batang Kabung. Di lokasi tersebut, arus sungai sempat menghanyutkan bangunan SD Negeri 49 serta satu pondok pesantren akibat derasnya banjir.
PT Nindya Karya yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan kini tengah melakukan normalisasi sungai untuk mencegah banjir kembali merendam permukiman warga.
Pantauan di lokasi, sejumlah alat berat excavator terlihat bekerja mengeruk sedimen sungai. Material hasil pengerukan kemudian dipindahkan ke pinggir sungai secara bertahap.
Selain pengerukan, pekerja juga memasang geobag berwarna putih di sepanjang bibir sungai. Geobag berukuran satu meter kubik itu disusun untuk memperkuat tebing sungai dan menahan laju arus air.
Pengawas proyek, Fikri, mengatakan pemasangan geobag tahap pertama dilakukan dengan meninggikan bibir sungai hingga 1,2 meter.
“Pada tahap kedua, ketinggian ditambah menjadi 1,5 meter dengan total panjang pekerjaan sekitar 548 meter yang terbagi di beberapa titik,” kata Fikri, Jumat (9/5/2026).
Menurut dia, pemasangan geobag diharapkan mampu mengurangi risiko abrasi sekaligus mencegah luapan sungai saat debit air meningkat.
“Mudah-mudahan dengan adanya geobag ini, arus air bisa tertahan dan tebing sungai di Batang Kabung tidak lagi terkikis,” ujarnya.
Sementara itu, warga setempat, Anas,(54), menilai pemasangan geobag cukup efektif dalam mengurangi ancaman banjir ke arah permukiman warga.
Ia mengatakan, saat debit air meningkat, geobag mampu meredam tekanan arus sehingga tidak langsung menghantam tebing sungai di kawasan Batang Kabung.
Anas juga mengapresiasi langkah pemerintah yang cepat melakukan perbaikan pascabanjir besar yang sempat merusak fasilitas umum dan lahan masyarakat.
Namun demikian, ia berharap pemasangan geobag juga dilakukan di sisi seberang sungai agar tanggul tanah yang sudah dibuat tidak kembali terkikis arus air.
“Di Sungai Batang Kabung ini tidak ada batuan yang bisa digunakan untuk membuat tanggul permanen. Karena itu, perlu juga dipasang geobag di sisi seberang sungai,” katanya. (hen)


