-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kasus Viral DAP Yang Mengaku Diculik dan Percobaan Perkosaan Adalah Rekayasa

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Kamis, 05 Mei 2022, Mei 05, 2022 WIB Last Updated 2022-05-05T10:24:31Z
    banner 719x885


    Tabanan, Bali, FHN Setelah viralnya kasus DAP yang mengaku diculik dan terjadinya percobaan pemerkosaan serta dibuang di tegalan yang berlokasi di Desa Nyitdah, Kec, Kediri, Kab. Tabanan, Polres Tabanan bertindak cepat melakukan penyelidikan dan penanganan terhadap kasus tersebut.


    Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa “ berdasarkan penyelidikan dan pendalaman dari Sat Reskrim Polres Tabanan bahwa kasus tersebut merupakan rekayasa dari yang bersangkutan yang seolah-olah terjadi penculikan. Korban diketahui pergi bersama dengan pria lain hingga dini hari dan mengatakan salah satu pelaku penculikan bernama Gede Amo, 28 th, asal Banjar Bantas, Desa Sudaji, Kec. Sawan, Kab. Buleleng, setelah dikonfirmasi tidak tahu-menahu dengan kasus tersebut”, ungkap Kapolres Tabanan. (Rabu 4/5/2022 malam).


    Lebih lanjut Kapolres Tabanan menjelaskan korban DAP pergi dengan seorang pria yang baru dikenal di Facebook, karena pulang terlalu larut pagi takut dimarahi suami kemudian korban DAP Meminta saran dan meminta perlindungan Kpd Bapak mertuanya, Kemudian Bapak mertuanya menyarankan untuk membuat cerita bahwa yang bersangkutan diculik dan diikat tangan dan kakinya serta mulut disumpal dengan kain, Berdasarkan hasil pemeriksaan Unit PPA Sat Reskrim Polres Tabanan dan berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi serta korban, dapat disimpulkan bahwa penculikan dan penyekapan tersebut adalah merupakan rekayasa korban sendiri, karena takut dimarahi suami pulang larut malam. Sampai saat ini kasus masih dilakukan pendalaman di Unit PPA Sat Reskrim Polres Tabanan dan juga akan di lakukan pemeriksaan secara Psikologinya” jelas Kapolres Tabanan.**

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini