Pada Rabu malam (25/03/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, tim BPBD Padang tetap turun ke lapangan menyalurkan air bersih kepada warga di Jalan Tampat Durian, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji. Aksi tersebut mendapat sorotan karena dilakukan di tengah malam dan masih dalam suasana Lebaran Idulfitri.
“Ini bukti nyata pengabdian tanpa batas. Di saat banyak orang masih merayakan Lebaran, tim BPBD tetap hadir untuk masyarakat tanpa kenal lelah dan waktu,” ujar Roni.
Namun di balik apresiasi tersebut, Roni juga menyoroti respons dari Perumda Air Minum Kota Padang. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya telah meminta bantuan distribusi air bersih kepada PDAM, namun mendapat jawaban yang dinilai kurang berpihak kepada warga terdampak
.
“Jawaban dari PDAM cukup mengecewakan. Mereka menyampaikan bahwa jika tidak berlangganan, akan sulit membantu penyaluran air bersih. Padahal ini kondisi darurat bencana,” tegasnya.
Roni menilai, dalam situasi bencana, seluruh pihak seharusnya mengedepankan kemanusiaan dibanding prosedur administratif.
Lebih lanjut, ia mendorong Pemerintah Kota Padang untuk memberikan perhatian serius kepada BPBD, khususnya dalam hal dukungan anggaran dan tunjangan bagi para petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu.
“Kami meminta wali kota Padang agar memberikan support nyata, termasuk peningkatan anggaran dan tunjangan bagi tim BPBD yang sudah bekerja luar biasa di lapangan,” katanya.
Tak hanya itu, Roni juga mendesak evaluasi terhadap kinerja pimpinan serta jajaran PDAM Kota Padang yang dinilai kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.
“Kami mendorong wali kota untuk mengkaji ulang posisi direktur utama PDAM. Pelayanan publik, apalagi saat bencana, harus cepat, tanggap, dan tidak boleh berbelit,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi bencana, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan nyata oleh masyarakat, terutama di saat-saat sulit.
(Red/tim08)





