Padang, fakta hukum nasional – Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP) angkat bicara menanggapi berbagai tudingan yang menyebut Universitas Eka Sakti (UNES) mengalami kemunduran dalam tata kelola maupun kualitas akademik. Yayasan memastikan kondisi kampus justru terus mengalami kemajuan, baik dari sisi akreditasi maupun sistem pengelolaan.
Ketua YPTP Dr. H. Andi Syahrum Makkuradde, S.S., S.E., M.Si., menegaskan informasi yang berkembang tidak mencerminkan kondisi riil UNES saat ini.
"UNES tidak terpuruk. Justru saat ini kami masuk dalam jajaran tiga perguruan tinggi terbaik di Sumatera Barat. Capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika," ujarnya, Selasa, (14/06/2026)
Menurut Andi, peningkatan kualitas kampus terlihat dari naiknya akreditasi institusi dari Baik menjadi Sangat Baik. Selain itu, sejumlah program studi juga telah meraih akreditasi Unggul.
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari penguatan sistem penjaminan mutu, termasuk pendampingan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam proses peningkatan kualitas akademik dan akreditasi.
Menanggapi sorotan terkait penggunaan jasa konsultan pajak, Andi mengatakan langkah tersebut merupakan praktik yang lazim dilakukan yayasan maupun perusahaan untuk memastikan seluruh kewajiban perpajakan dipenuhi sesuai ketentuan.
"Yang penting seluruh kewajiban perpajakan kami dipenuhi sesuai aturan. Penggunaan konsultan pajak adalah bagian dari upaya menjaga kepatuhan administrasi," katanya.
Di bidang akademik, Andi memastikan seluruh proses penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai regulasi. UNES, kata dia, secara rutin berkoordinasi dan menyampaikan laporan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).
"Alhamdulillah, koordinasi dan pelaporan kepada LLDIKTI selama ini berjalan dengan baik," ujarnya.
YPTP juga menyatakan terbuka terhadap kritik yang bersifat membangun. Namun, jika terdapat tuduhan yang dinilai tidak berdasar dan merugikan nama baik institusi, yayasan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum.
"Kami menerima kritik yang objektif dan konstruktif. Tetapi apabila ada tuduhan yang mengandung fitnah tanpa dasar yang jelas, tentu akan kami sikapi melalui mekanisme hukum," tegasnya.
Andi menambahkan, selama puluhan tahun berdiri, UNES telah melahirkan ribuan alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor pemerintahan, dunia usaha, maupun profesi lainnya di Sumatera Barat dan berbagai daerah.
Sebelumnya, alumni UNES Boy Azhar Zubir menyampaikan hasil kajian mandiri yang menyoroti sejumlah aspek tata kelola kampus, di antaranya penggunaan konsultan pajak, kerja sama peningkatan akreditasi, serta sejumlah kebijakan internal. Ia juga meminta Kementerian Pendidikan Tinggi dan LLDIKTI Wilayah X melakukan pembinaan terhadap UNES.
Menanggapi hal tersebut, YPTP menyatakan klarifikasi ini disampaikan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai kondisi dan perkembangan UNES.(rel)
.


