PADANG – Kontingen Kota Padang tampil dominan pada cabang olahraga (cabor) bola tangan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Dari tujuh nomor yang dipertandingkan, Padang berhasil mengoleksi lima medali emas, satu perak, dan satu perunggu sekaligus memastikan diri sebagai juara umum.
Kepastian itu diraih setelah seluruh rangkaian pertandingan bola tangan yang digelar di Lapangan Pantai Pasir Jambak berakhir, Senin (12/10/2026). Capaian tersebut sekaligus melampaui target awal kontingen Padang yang membidik empat medali emas dengan gelar juara umum.
Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Padang, Manuver Putra Firdaus, mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pencapaian tersebut. Apresiasi itu disampaikannya seusai prosesi penghormatan pemenang, didampingi Sekretaris Umum ABTI Padang, Antoni Rizal.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi kerja keras pengurus KONI, ABTI, pelatih, dan atlet sehingga bisa meraih gelar juara umum dengan lima emas. Walaupun kami masih baru, semangat teman-teman sangat luar biasa,” ujar Manuver.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi catatan sejarah bagi bola tangan Kota Padang. Prestasi itu tidak diraih secara instan, melainkan melalui persiapan yang dilakukan secara bertahap sebelum menghadapi persaingan di Porprov.
ABTI Padang mematangkan persiapan atlet melalui pemusatan latihan terpadu serta sejumlah pertandingan uji coba. Selain menghadapi tim-tim di Sumatera Barat, para atlet juga menjalani uji coba hingga ke Pekanbaru untuk mengukur kemampuan dan mematangkan strategi permainan.
Di sisi lain, ABTI Padang terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan dan kompetisi di tingkat kota. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas pembinaan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga bola tangan.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, Padang menargetkan lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional.
Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurut dia, gelar juara umum merupakan hasil dari kerja keras pengurus ABTI bersama pelatih dan atlet yang telah mempersiapkan diri secara matang.
“Dengan hasil ini, pembinaan atlet Kota Padang sangat luar biasa. Walaupun olahraga ini masih baru, masyarakat, khususnya Kota Padang, sangat antusias menyaksikan pertandingan bola tangan hari ini,” kata Erianto.
Pada kesempatan itu, Erianto juga menyampaikan informasi mengenai bonus bagi atlet berprestasi yang telah dijanjikan Pemerintah Kota Padang. Pencairan bonus direncanakan berlangsung dua hari setelah penutupan Porprov.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Cabor Bola Tangan Porprov XVI Sumbar 2026, Seprinaldi, menyebut penyelenggaraan kali ini menjadi pengalaman pertama bola tangan dipertandingkan dalam ajang Porprov Sumbar.
Meski berstatus sebagai cabang olahraga yang baru dipertandingkan, antusiasme daerah peserta dinilai cukup tinggi. Sejumlah kabupaten dan kota menyiapkan tim untuk bersaing di tujuh nomor pertandingan yang tersedia.
Menurut Seprinaldi, keterbatasan yang dihadapi masing-masing daerah tidak menyurutkan semangat pengurus, pelatih, dan atlet untuk mengikuti pertandingan hingga tuntas.
“Kami mewakili panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan cabang bola tangan di Porprov. Semoga olahraga ini semakin maju ke depannya,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan Porprov berikutnya dapat berlangsung lebih meriah. Pada Porprov 2028 mendatang, panitia juga berencana mengupayakan penambahan dua nomor pertandingan agar kesempatan daerah peserta untuk meraih medali semakin terbuka.
Dari hasil akhir klasemen medali, Kabupaten Padang Pariaman menempati peringkat kedua dengan raihan satu emas, dua perak, dan dua perunggu. Sementara itu, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) berada di posisi ketiga dengan satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Ketua ABTI Sumatera Barat, Muhayatul, mengaku puas dengan kerja keras panitia dalam menyukseskan pelaksanaan cabang olahraga tersebut. Ia berharap bola tangan semakin berkembang dan mampu menarik partisipasi lebih luas pada penyelenggaraan Porprov mendatang.
“Harapan kita, pada Porprov berikutnya, cabang bola tangan bisa diikuti seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Kita juga akan mengupayakan penambahan nomor pertandingan sehingga setiap daerah peserta memiliki peluang meraih medali,” kata Muhayatul, yang juga merupakan anggota DPRD Sumbar.
Adapun lima medali emas Kota Padang masing-masing diraih pada nomor 7 x 7 putra dan putri, 5 x 5 putra, mix, serta 4 x 4 beach putra.
Kabupaten Padang Pariaman meraih emas pada nomor 5 x 5 putri, sedangkan Pessel menjadi yang terbaik pada nomor 4 x 4 putri.
Hasil tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan bola tangan di Sumatera Barat. Tantangan berikutnya adalah memperluas pembinaan dan partisipasi daerah agar persaingan pada Porprov 2028 semakin merata.(rel)


