SOLOK SELATAN, Fakta Hukum Nasional - Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan nyata seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, dan tokoh masyarakat.
Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Temu Ramah Kapolres Solok Selatan bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat yang digelar di Aula Polres Solok Selatan, Rabu (22/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan dialogis, dihadiri puluhan tokoh masyarakat, tokoh adat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta unsur pemerintah nagari se-Kabupaten Solok Selatan.
Turut mendampingi Kapolres, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Solok Selatan dan para Kapolsek.
Dalam sambutannya, AKBP Andreanaldo Ademi menekankan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak boleh sebatas menjalankan tugas penegakan hukum. Kepolisian juga harus membangun komunikasi, mendengar aspirasi, dan memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Kami ingin hadir bersama masyarakat. Kami ingin bersilaturahmi dan mendengar langsung masukan dari para tokoh yang menjadi panutan di tengah masyarakat," tegas AKBP Andreanaldo Ademi.
Menurutnya, tokoh adat dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai penghubung komunikasi antara kepolisian dan warga. Peran tersebut dinilai penting untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini sekaligus mencegah persoalan sosial berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Kapolres juga menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah sebagai salah satu kekuatan sosial dalam memelihara kerukunan dan keharmonisan masyarakat Solok Selatan.
Ia mengakui, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif tidak terlepas dari keterlibatan aktif para pemangku adat dan seluruh elemen masyarakat.
"Tanpa dukungan ninik mamak, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, tugas Polri tidak akan maksimal. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif seluruh tokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Solok Selatan," ujarnya.
Narkoba, Kenakalan Remaja, hingga Sengketa Tanah Ulayat Jadi Sorotan
Dalam sesi dialog, para tokoh masyarakat dan tokoh adat menyampaikan sejumlah aspirasi serta persoalan yang berkembang di wilayah masing-masing.
Berbagai isu mengemuka, mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, sengketa tanah ulayat, hingga harapan agar jajaran Polres Solok Selatan lebih intensif turun langsung ke nagari-nagari.
Aspirasi tersebut menjadi catatan penting bagi kepolisian dalam menyusun langkah pencegahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan itu, AKBP Andreanaldo Ademi menyatakan komitmennya untuk meningkatkan patroli dialogis, memperbanyak kegiatan sambang nagari, serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat, tetapi juga mempercepat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan persoalan sosial di tingkat nagari.
Kapolres Tegaskan Layanan Pengaduan 110 Siap Diakses Masyarakat
Kapolres Solok Selatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap gangguan keamanan maupun situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum melalui layanan kepolisian 110.
"Semua masukan ini akan kami tampung dan tindak lanjuti. Polres Solok Selatan membuka pintu 24 jam melalui Call Center 110 untuk masyarakat. Jika ada gangguan kamtibmas, segera hubungi kami. Kami akan hadir cepat," tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keterbukaan komunikasi antara masyarakat dan kepolisian. Pelaporan yang cepat dan informasi yang akurat diharapkan membantu petugas mengambil langkah penanganan secara tepat sesuai dengan kondisi di lapangan.
Kegiatan temu ramah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Polri Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan, dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui komunikasi yang terbuka dan sinergi yang berkelanjutan, Polres Solok Selatan berharap tokoh adat, tokoh masyarakat, pemerintah nagari, dan kepolisian dapat terus berjalan beriringan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Pesannya jelas: menjaga Solok Selatan tetap aman dan damai membutuhkan kebersamaan, kepedulian, serta tindakan nyata seluruh elemen masyarakat.(PP)


