-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    PLN Uji Coba Tambah Porsi EBT Biomassa Sampai 20 Persen di PLTU Pulang Pisau, Masyarakat Ketiban Untung

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Selasa, 09 Agustus 2022, Agustus 09, 2022 WIB Last Updated 2022-08-09T15:18:45Z
    banner 719x885


    FHN.com, Pulang Pisau,- PT PLN (Persero) kembali melakukan uji coba meningkatkan persentase biomassa pada program _co-firing_ di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Setelah sebelumnya sukses dengan porsi 5 persen biomassa, PLN kembali melakukan uji coba peningkatan komposisi biomassa hingga 20 persen di PLTU Pulang Pisau, Kalimantan Tengah pada akhir Juli lalu. 


    General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Kalimantan, Daniel Eliawardhana mengatakan, keberhasilan program _co-firing_ dalam menekan emisi karbon menjadi latar belakang untuk meningkatkan porsi EBT sebagai pengganti batu bara. 


    “PLTU Pulang Pisau dengan kapasitas 90 megawatt (MW) telah berhasil mengonversi sebagian batubara dengan biomassa sejak Oktober 2021. Saat ini, kami tengah melakukan uji coba untuk menggunakan lebih banyak biomassa dan mengurangi porsi batu bara,” ungkap Daniel. 


    Sejak pertama kali dijalankan, program _co-firing_ biomassa di PLTU Pulang Pisau telah membakar lebih dari 2.000 metrik ton (MT) _wood chip_ serta menghasilkan 2.437 mega watt hour (MWh) energi listrik. Selain itu, lebih dari 3.000 ton karbon dioksida berhasil direduksi dalam program _co-firing_ ini. 


    “Dengan melaksanakan program _co-firing_, kami dapat meningkatkan efisiensi pengoperasian PLTU sekaligus menekan emisi karbon yang dihasilkan. Secara kualitas bahan bakar, kalori yang dimiliki _wood chip_ cukup tinggi hampir mencapai 4.000 kcal/kg,” jelasnya. 


    Dari uji coba yang dilaksanakan, PLN mendapatkan hasil proses pembakaran 20 persen biomassa dapat berjalan dengan sempurna serta tidak ada perbedaan karakteristik yang signifikan antara biomassa dengan batu bara pada umumnya. 


    “Keberhasilan uji coba _co-firing_ di PLTU Pulang Pisau terlihat dari parameter teknis yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan 100 persen batu bara dengan pencampuran biomassa,” tutur Daniel. 


    Daniel menambahkan, program _co-firing_ di PLTU Pulang Pisau telah menciptakan ekonomi kerakyatan karena memanfaatkan limbah perkebunan berupa _wood chip_ atau potongan kayu berukuran kecil yang berasal dari masyarakat di sekitar PLTU. 


    “Bahan baku biomassa yang digunakan berasal dari sumber daya lokal yang berasal dari perkebunan Kalimantan Tengah, hal ini diharapkan memberikan _multiplier effect_ bagi perekonomian masyarakat,” imbuh dia. 


    Bahan baku _wood chip_ untuk bahan bakar PLTU Pulang Pisau salah satunya berasal dari masyarakat Desa Buntoi, Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. 


    “Dengan adanya kebutuhan limbah kayu di PLTU Pulang Pisau menciptakan lapangan kerja di sektor pengolahan biomassa bagi warga masyarakat di Desa kami,” ujar Markirius, Kepala Desa Buntoi.


    *Narahubung*

    Gregorius Adi Trianto

    Vice President Komunikasi Korporat PLN

    Tlp. 021 7261122

    Facs. 021 7227059 


    *Sekilas Tentang PLN*

    _PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore._(*)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini