Padang fhn com Stunting adalah masalah bangsa yang begitu pelik karena bersifat irreversible. Artinya, kondisi itu tidak dapat diperbaiki, terutama setelah anak mencapai usia dua tahun. Karena itulah kunci utama cara mengatasi stunting pada anak adalah dengan mencegahnya.
Pemerintah Kota Padang terus menggalakkan program pencegahan stunting , dengan melahirkan berbagai inovasi dan program, salah satunya “Gerakan 1000 Telur” yang dicanangkan oleh Kecamatan Padang Timur.
Hal itu disampaikan Wali kota Padang Hendri Septa saat membuka pencanangan "Gerakan Seribu Telur" tersebut Rabu (22/02/2023)
Beliau mengatakan agar terminimalisir potensi anak stunting dan pertumbuhan janin sejak di dalam kandungan harus diperhatikan. “Ibu-ibu sekalian diharapkan dapat ikut serta memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar, mengenai upaya pencegahan stunting ini.
Ia juga meminta agar para ibu mengunduh dan memanfaatkan aplikasi Elektronik Siap nikah dan Hamil (Elsimil).
Aplikasi “Elsimil”, menurut Hendri Septa, akan melakukan penilaian otomatis dalam menentukan apakah kondisi calon pengantin perempuan 'ideal' atau 'berisiko' untuk hamil dan melahirkan nanti. Sambungnya
Sementara itu, Camat Padang Timur Siska Meilani menyatakan gerakan 1000 telur ini merupakan lanjutan dari program Sumur Ganting (Semua Masyarakat Padang Timur Galakkan No Stunting), yang sebelumnya telah dilaksanakan di wilayahnya.
“Program ini, kita laksanakan dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional ke-63, kegiatan ini akan kita lakukan terus menerus selama tiga bulan ke depan, dengan harapan dapat mendukung upaya penurunan angka Stunting di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Padang Timur.
"Ada beberapa faktor penyebab terjadinya stunting dan itu sangat kompleks, diawali dari kondisi seorang perempuan yang akan menikah. Apakah mereka itu datang dari keluarga kurang mampu, putus sekolah/tidak berpendidikan, menikahnya pada usia dini, serta pengetahuan tentang kesehatan yang rendah,” ujarnya.
Menurut Siska Meilani, faktor-faktor tersebut harus diselesaikan tidak hanya oleh sektor kesehatan, tetapi harus diawali dari perencanaan perkawinan dan pendidikan anak usia dini.
Kemudian Siska Meilani menegaskan selain gerakan 1000 telur, kami juga terus berupaya menjadikan Kecamatan Padang Timur menjadi kecamatan yang zero Stunting dengan melakukan berbagai program seperti Rumah Gizi, Gebu Ganting, Jumat Berkah dan Jasa Lisa.
Siska Meilani juga menghimbau kepada masyarakat khususnya kepada ibu hamil untuk perlu memperhatkan dan memenuhi kebutuhan gizi dirinya dan janin dalam kandungannya untuk cegah stunting, beliau menyarankan agar ibu hamil bisa:
1. Memberikan ASI Selama 6 Bulan,
2. Kombinasi ASI dengan MPASI yang Bernutrisi,
3. Konsumsi Asam Folat, Kalsium Dan Zat Besi
4. Pantau Tumbuh-Kembang Anak,
5. Imunisasi Rutin
6. Jaga Kebersihan Dan Sanitasi Lingkungan. Tambahnya
Menurutnya, kekurangan gizi yang bisa mengakibatkan stunting adalah masalah yang sangat kompleks di masyarakat. Sehingga sangat membutuhkan peran lintas sektor terkait disemua lini.
Dalam gerakan 1000 telur ini lanjut Siska Meilani, sebanyak 300 orang ibu hamil serta bayi balita diberikan telur sebagai tambahan asupan nutrisi dan beliau berharap kedepannya masalah stunting ini, target penurunannya bisa tercapai,” tutupnya. NFZ






