-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Tembus Pasar Global, Pegadaian Raih Best Sovereign Sukuk dan Social Bonds Asia 2025

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Kamis, 12 Februari 2026, Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T03:33:19Z
    banner 719x885

     


    Singapura,  fakta hukum nasional— PT Pegadaian kembali mencatatkan capaian di level global dengan meraih dua penghargaan pada ajang 19th Annual Borrower Issuer Awards 2025 yang diselenggarakan Alpha Southeast Asia di Singapura.


    Dalam ajang tersebut, Pegadaian memperoleh penghargaan “Best Sovereign Sukuk” dan “Best Social Bonds in Asia 2025” atas keberhasilan menerbitkan instrumen pendanaan berkelanjutan. Penghargaan diterima langsung oleh Treasury Division Head Pegadaian, Luh Putu Andarini, di The Fullerton Hotel, Singapura, Kamis (12/2/2026).


    Penghargaan ini diberikan atas penerbitan surat utang dengan total nilai Rp 4,457 triliun atau setara 278,5 juta dollar AS. Dana tersebut berasal dari penerbitan Sukuk Mudharabah senilai Rp 1,752 triliun dan Obligasi Sosial sebesar Rp 1,940 triliun.


    Seluruh dana yang dihimpun dialokasikan untuk memperkuat pembiayaan mikro dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperluas inklusi keuangan serta mendukung target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).


    Transaksi tersebut juga mencatat kelebihan permintaan (oversubscribed), yang mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen berbasis syariah dan sosial yang diterbitkan Pegadaian.


    Pemimpin Wilayah Kanwil II Pekanbaru Pegadaian, Agus Riyadi, mengatakan penghargaan internasional tersebut menjadi pengakuan atas fundamental keuangan perusahaan sekaligus komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan.


    “Penghargaan ini menunjukkan Pegadaian mampu menembus pasar global dengan fundamental yang solid dan dampak sosial yang nyata. Bagi kami di wilayah, ini menjadi momentum untuk memperluas akses pembiayaan inklusif serta memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM,” ujar Agus dalam keterangan tertulis.


    Menurut dia, keberhasilan penerbitan instrumen pendanaan berkelanjutan tersebut akan berdampak pada peningkatan kapasitas pembiayaan mikro di daerah, perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha produktif, serta penguatan ekosistem keuangan syariah.


    Keberhasilan strukturisasi dan distribusi instrumen ini didukung sejumlah Joint Lead Underwriters (JLU), yakni PT CIMB Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas.


    Didirikan pada 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam layanan finansial. Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM.


    Ke depan, Pegadaian menyatakan akan terus mengembangkan instrumen sustainable finance, termasuk memperluas pembiayaan berbasis syariah dan sosial guna memperkuat stabilitas ekonomi nasional serta mendorong UMKM naik kelas.(rel)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini