Padang Pariaman, fakta hukum nasional – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat yang baru, Dedie Tri Hariyadi, tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Senin (4/5/2026), dan langsung disambut Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
Dalam penyambutan tersebut, Gubernur Mahyeldi hadir didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Barat, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumbar, serta jajaran Kejaksaan Tinggi Sumbar.
Kedatangan Dedie menandai awal tugasnya memimpin Kejati Sumbar, menggantikan Muhibuddin yang kini menjabat sebagai Kajati Sumatera Utara.
Dedie sosok yang sarat pengalaman di Korps Adhyaksa. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di berbagai daerah dengan ragam penugasan strategis. Kariernya antara lain pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, kemudian Kajari Cirebon, Kajari Lombok Tengah, hingga Kajari Batam.
Selanjutnya, Dedie dipercaya mengemban posisi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Nusa Tenggara Barat pada 2024. Kariernya terus menanjak dengan penugasan sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kajati Nusa Tenggara Barat pada 2025 dan seterusnya Didie juga dipercaya oleh Jaksa Agung St Burhanuddinsebagai, serta sempat menjabat sebagai Plt. Kajati Riau tahun 2025.
Sebelum dipercaya memimpin Kejati Sumbar, Dedie menjabat sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengemban tanggung jawab barunya di Sumbar.
Dalam pernyataan perdananya, Dedie menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang menyangkut integritas institusi.
“Ini bukan hanya jabatan, tetapi amanah untuk menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” ujar Dedie.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan internal Kejaksaan secara menyeluruh, seiring dengan semakin kompleksnya tantangan penegakan hukum.
“Pembenahan dan penguatan institusi harus dilakukan secara serius agar Kejaksaan semakin responsif dan dipercaya publik,” katanya.
Menurut Dedie, Kejati Sumbar di bawah kepemimpinannya akan bergerak lebih adaptif dan terbuka terhadap perubahan guna menghadirkan pelayanan hukum yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa penyambutan tersebut merupakan bentuk harmonisasi dan sinergi antarunsur Forkopimda di Sumatera Barat.
“Selamat datang di Ranah Minang, Pak Kajati. Semoga kita bisa saling bersinergi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” kata Mahyeldi.(rel/hen)


