Padang — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Sumatera Barat 2026 yang digelar di Gedung Beladiri Kompleks GOR Haji Agus Salim, Padang, pada 1–4 Mei berlangsung sukses dan menjadi momentum kebangkitan olahraga tinju di Ranah Minang. Kehadiran sejumlah tokoh, termasuk unsur TNI, turut memberi energi besar bagi para atlet dan pengurus.
Sebanyak 80 petinju dari 12 pengurus cabang (pengcab) ambil bagian dalam ajang ini. Selain sebagai kompetisi, Kejurda juga menjadi tolok ukur kesiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026 di Kabupaten Tanah Datar.
Sebagai pembina Pengprov Pertina Sumbar dan mantan petinju nasional, Kolonel Cpm Binson Simbolon, S.H., M.H. menilai kejuaraan ini sebagai titik penting kebangkitan tinju daerah.
“Animo masyarakat cukup baik, pelaksanaan juga berjalan lancar. Ini menandakan gairah tinju di Sumbar mulai bangkit kembali,” ujarnya.
Binson juga mendorong adanya sinergi antara pengurus dan pemerintah daerah agar pembinaan atlet berjalan berkelanjutan, termasuk membuka peluang menghadirkan kejuaraan lebih besar seperti Kejuaraan Panglima TNI di Sumatera Barat.
Dukungan serupa juga disampaikan Laksamana Pertama TNI Mulyadi, S.E., CRMP., M.Tr. Opsla, yang menjabat sebagai Wakil Komandan Lantamal II Padang. Menurutnya, kegiatan seperti Kejurda memiliki peran strategis dalam membina generasi muda sekaligus memperkuat prestasi olahraga daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, tidak hanya untuk pembinaan atlet tetapi juga membentuk karakter dan disiplin generasi muda. Kami mendukung penuh upaya pembinaan olahraga di Sumatera Barat,” ujar Mulyadi.
Sementara Ketua Pengprov Pertina Sumbar, Efendi, menyebut Kejurda ini memiliki peran strategis dalam mengukur kesiapan atlet sebelum tampil di Porprov.
“Kejurda ini menjadi ajang pemanasan bagi para petinju sebelum tampil di Porprov. Kita ingin melihat sejauh mana kesiapan mereka setelah menjalani latihan,” kata Efendi.
Ia menambahkan, para petinju akan kembali diuji dalam open turnamen Veri Mulyadi Cup pada pertengahan Juni 2026 sebagai bagian dari seleksi menuju ajang nasional.
“Turnamen Veri Mulyadi nanti juga kita siapkan sebagai ajang seleksi untuk menghadapi event PON Beladiri di Manado 2026,” ujarnya.
Senada itu, Bendahara Umum Pertina Sumbar, Joni Sikumbang, menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan merupakan faktor penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet.
“Ini awal kebangkitan tinju Sumbar. Tanpa turnamen, atlet sulit menjaga semangat latihan. Dengan adanya event, mereka punya target dan motivasi,” ujar Joni.
Ia menambahkan, konsistensi menghadirkan kejuaraan akan menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan di daerah.
“Atlet harus punya niat dan semangat untuk bangkit. Kami di pengprov akan terus berupaya menghadirkan event sebagai evaluasi hasil latihan,” pungkasnya. (hen)


