MENTAWAI, Fakta Hukum Nasional _ Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mendapat tambahan tenaga medis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dua dokter umum didatangkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terpencil yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga dokter.
Kedatangan dua dokter tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Desa Betaet dan Kecamatan Sigapokna, wilayah Pantai Barat Siberut. Kehadiran tenaga medis dari pemerintah pusat dinilai sangat membantu masyarakat yang selama ini menantikan peningkatan pelayanan kesehatan secara langsung di wilayah mereka.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, mengatakan dua dokter tersebut merupakan tenaga yang didatangkan melalui program Kementerian Kesehatan RI untuk memenuhi kebutuhan dokter di daerah terpencil dan sulit terjangkau.
“Dua dokter yang didatangkan dari Kementerian Kesehatan pusat ini diperuntukkan bagi Mentawai dan akan ditempatkan di dua lokasi, yakni Puskesmas Desa Betaet dan wilayah Kecamatan Sigapokna,” ujar Lahmuddin, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, penempatan dua dokter tersebut sekaligus untuk mengisi kekosongan tenaga dokter di fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan tambahan sumber daya medis.
Lahmuddin menjelaskan, kedua dokter tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU).
“Kemenkes secara resmi menerapkan kebijakan insentif bagi tenaga dokter yang bertugas di daerah terpencil. Jadi, penempatan dokter ini tidak membebankan anggaran APBD Kabupaten Kepulauan Mentawai,” jelasnya.
Ia menegaskan, kehadiran tenaga dokter dari pemerintah pusat diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Betaet dan Sigapokna.
“Dengan hadirnya tenaga dokter ini, tentu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat. Penempatan dua tenaga dokter ini juga membawa dampak besar dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Betaet dan Sigapokna,” kata Lahmuddin.
Menurut Lahmuddin, dokter yang bertugas di wilayah terpencil memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, kehadiran dokter di tengah masyarakat diharapkan mampu mempercepat akses pelayanan medis sekaligus menjawab kebutuhan kesehatan warga.
“Masyarakat Betaet dan Sigapokna tentu mengharapkan peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Dokter yang bertugas adalah ujung tombak bagi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan,” tegasnya.
Masyarakat setempat pun menyambut positif kedatangan dua dokter tersebut. Kehadiran tenaga medis di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya mengisi kekosongan tenaga, tetapi juga memastikan masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.
Program penempatan tenaga dokter dari Kementerian Kesehatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah kepulauan dan wilayah terpencil seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai.(Muslim)


