-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum Nasional
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Sosper Perda Ketahanan Keluarga, Wakil Ketua DPRD Sumbar Iqra Ingatkan Peran Orang Tua

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Minggu, 18 Oktober 2026, Oktober 18, 2026 WIB Last Updated 2026-10-18T07:37:48Z
    banner 719x885

     


    Padang,fakta hukum nasional – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Muhammad Iqra Chissa Putra mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi berkualitas sekaligus mewujudkan masyarakat yang sejahtera.


    Ajakan tersebut disampaikan Iqra saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Kegiatan berlangsung di Gedung Pertemuan DPD Partai Golkar Kota Padang, Minggu (18/10/2026).


    Iqra, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kota Padang, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi perda ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan tangguh.

    Menurut Iqra, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

    "Keluarga adalah rumah yang paling nyaman, tempat kita berkeluh kesah, saling menguatkan, dan membangun bahtera kehidupan. Dari keluarga yang baik, kita berharap lahir generasi yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat luas," ujarnya.


    Dia mengakui, membangun keluarga yang tangguh bukan perkara mudah. Berbagai persoalan dapat muncul dalam kehidupan rumah tangga, mulai dari tekanan ekonomi, komunikasi antaranggota keluarga, hingga tantangan dalam mendidik anak di tengah perubahan zaman.


    Karena itu, ketahanan keluarga tidak cukup hanya diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan materi. Keharmonisan hubungan, perhatian terhadap tumbuh kembang anak, serta kemampuan menyelesaikan persoalan bersama juga menjadi faktor penting.


    ORANG TUA HARUS LEBIH PEDULI


    Salah satu tantangan yang menjadi perhatian Iqra adalah perkembangan teknologi informasi. Kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk memudahkan akses informasi dan mendukung proses belajar anak.


    Namun, di sisi lain, kemudahan mengakses berbagai konten digital juga membutuhkan pengawasan dan pendampingan orang tua agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.


    Iqra mengingatkan, orang tua perlu memberikan perhatian lebih terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan perangkat digital. Pendampingan harus dilakukan melalui komunikasi terbuka, pemberian teladan, serta pendekatan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.


    "Ketahanan keluarga harus dimulai dari lingkungan rumah. Orang tua perlu membangun komunikasi yang baik, memberikan teladan, dan mendampingi anak dalam menghadapi perkembangan zaman," tegasnya.


    Menurut dia, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan pendidikan dan ekonomi anak. Kehadiran secara emosional juga diperlukan untuk membangun kedekatan dan menciptakan suasana rumah yang nyaman.

    Anak perlu memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi tanpa merasa takut atau direndahkan. Karena itu, Iqra menekankan pentingnya pola pengasuhan positif dalam kehidupan keluarga.


    Orang tua diharapkan menghindari perkataan yang dapat melukai perasaan anak, terutama ketika menghadapi persoalan rumah tangga. Komunikasi yang sehat dinilai dapat membantu anak tumbuh dengan kepercayaan diri, membangun karakter yang baik, dan memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.


    KETAHANAN EKONOMI JUGA PENTING

    Selain pola pengasuhan, persoalan ekonomi menjadi salah satu tantangan dalam membangun ketahanan keluarga. Kebutuhan hidup yang terus berkembang menuntut keluarga memiliki kemampuan mengelola keuangan dan memanfaatkan peluang ekonomi.

    Iqra mendorong masyarakat memanfaatkan program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi dan peningkatan keterampilan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan.


    Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada perempuan yang menjadi kepala keluarga. Menurutnya, akses terhadap pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan peluang usaha dapat membantu mereka meningkatkan kemandirian serta memperbaiki kondisi kehidupan keluarga.


    "Penguatan keluarga harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keluarga yang kuat membutuhkan lingkungan yang mendukung, akses terhadap kesempatan ekonomi, dan perhatian dari pemerintah," katanya.


    Ia menilai, penguatan ketahanan keluarga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat harus bersinergi agar program pemberdayaan keluarga dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata.


    PERDA JADI LANDASAN PENGUATAN KELUARGA


    Dalam konteks tersebut, Perda Sumatera Barat Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga dinilai menjadi salah satu landasan untuk memperkuat peran keluarga di tengah masyarakat.

    Iqra berharap regulasi tersebut tidak sekadar menjadi aturan, tetapi juga dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


    Menurutnya, pembangunan ketahanan keluarga harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penguatan hubungan antara orang tua dan anak, peningkatan kesejahteraan ekonomi, hingga pembentukan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

    Kegiatan sosialisasi tersebut juga menghadirkan pemateri dari instansi yang membidangi pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana untuk memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai pembangunan ketahanan keluarga.


    Iqra berharap masyarakat semakin menyadari bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan mempersiapkan anak menghadapi masa depan.


    Dia menegaskan, keluarga yang harmonis, mandiri, dan tangguh merupakan modal penting dalam membangun masyarakat yang sejahtera.


    Melalui penerapan Perda Ketahanan Keluarga serta dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, diharapkan lahir generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman. Dengan demikian, penguatan keluarga dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sumatera Barat yang semakin maju dan sejahtera. (rel)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini