Padang, Fakta Hukum Nasional — Suasana malam keakraban sekaligus deklarasi pencalonan Daniel Jusari S.H M.H sebagai kandidat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (PERADI SAI) Padang berlangsung di Hotel Axana, Jumat, Malam (24/1/2026).
Acara tersebut dihadiri anggota DPC PERADI SAI dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Selain silaturahmi, kegiatan diisi dialog terbuka dan diskusi mengenai arah pembenahan organisasi menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) III PERADI SAI Padang yang akan digelar di Hotel Pangeran, Sabtu (25/1/2026).
Dalam forum tersebut, Daniel Jusari memaparkan visi perubahan dengan mengusung tema “Bersama Mewujudkan PERADI SAI Padang yang Lebih Kuat, Bermartabat, dan Modern.”
Ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, transparansi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen organisasi.
“Ke depan, pengelolaan keuangan organisasi harus transparan dan dapat diakses anggota melalui website resmi. Kami juga akan membangun database anggota sebagai bagian dari transformasi digital di era Society 5.0,” kata Daniel.
Daniel juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas anggota. Menurut dia, kualitas dan kuantitas anggota harus berjalan seimbang. Untuk itu, DPC wajib aktif menyelenggarakan pendidikan berkelanjutan minimal sekali dalam tiga bulan.
Ia menegaskan, organisasi juga harus hadir membela anggota apabila menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan profesi. “DPC tidak boleh abai. Harus ada keberpihakan dan pendampingan ketika anggota menghadapi persoalan profesi,” ujarnya.
Selain itu, Daniel berkomitmen memperkuat peran organisasi di ruang publik melalui komunikasi aktif dengan aparat penegak hukum (APH) dan institusi peradilan. Ia berencana menginisiasi forum hearing rutin dengan mitra strategis advokat.
Daniel juga membuka kemungkinan pembebasan iuran anggota melalui penguatan kerja sama eksternal dan tata kelola organisasi yang profesional. Ia menegaskan komitmennya membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap kritik.
“Visi kami adalah mengubah PERADI SAI yang selama ini terkesan eksklusif menjadi organisasi yang inklusif, profesional, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Daniel.(kld)



