Padang, fakta hukum nasional– Dewan Pimpinan Daerah Relawan Prabowo (REPRO) Kota Padang menilai Wali Kota Fadly Amran berhasil memainkan “seni orkestra” kepemimpinan dalam menggerakkan seluruh lini pemerintahan dan jejaring strategis guna mempercepat pemulihan pascabencana di Kota Padang.
Ketua DPD REPRO Kota Padang, Hendra Satria yang didampingi Sekretaris Ridho Syarlinto, mengatakan peluang masuknya dana pusat untuk rehabilitasi dan rekonstruksi sangat terbuka. Namun, menurutnya, diperlukan kepiawaian dan komunikasi politik yang kuat agar anggaran tersebut benar-benar bisa dijemput dan direalisasikan.
“Ini bukan sekadar soal anggaran turun. Ini soal bagaimana seorang pemimpin memainkan orkestrasi kebijakan, membangun komunikasi lintas sektor, sehingga semua lini bergerak tanpa harus diperintah berulang-ulang,” ujar Hendra.
Ia menyebut sejumlah proyek strategis penanganan bencana berpotensi terealisasi, mulai dari perbaikan infrastruktur Perumda Air Minum, pembenahan sungai dan irigasi, hingga pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.
Menurut REPRO, masyarakat menjadi penerima manfaat utama dari seluruh upaya tersebut. Hendra juga menegaskan bahwa kepemimpinan Fadly berorientasi pada integritas.
“Kami meyakini Fadly Amran bukan tipe pemimpin yang mengkapling proyek. Ia bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
REPRO menilai langkah-langkah yang diambil Fadly Amran sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan daerah dan percepatan pembangunan pascabencana.
“Yang terpenting, masyarakat merasakan langsung dampaknya. Itu yang kami dukung,” pungkas Hendra.(rido)


