-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pasar Lokal Kalimbu', Denyut Ekonomi Dini Hari Makassar yang Bertahan Lebih dari Seabad

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Selasa, 07 Juli 2026, Juli 07, 2026 WIB Last Updated 2026-07-07T07:50:19Z
    banner 719x885


    Berdiri sejak 1921, pasar tradisional ini menjadi pusat distribusi sayur dan bahan pokok dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dengan harga yang lebih kompetitif


    Makassar Fakta Hukum Nasional _ Pasar Lokal Kalimbu' di ujung Jalan Veteran Utara, Kota Makassar, masih menjadi denyut utama perdagangan bahan pangan di Sulawesi Selatan. Beroperasi sejak 1921, pasar ini telah bertahan lebih dari satu abad dan tetap memainkan peran penting sebagai pusat distribusi sayur-mayur, rempah, serta berbagai kebutuhan pokok strategis.


    Di tengah perubahan zaman dan pergantian rezim pemerintahan, mulai dari era Kolonial Belanda, NICA, pendudukan Jepang, Republik Indonesia Serikat (RIS), Republik Indonesia, hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), aktivitas perdagangan di Pasar Kalimbu' tidak pernah benar-benar berhenti.


    Nama "Kalimbu'" sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti menyelimuti tubuh dengan sarung agar tidak kedinginan. Penamaan itu erat kaitannya dengan waktu operasional pasar yang berlangsung saat udara masih sangat dingin, yakni mulai pukul 01.00 WITA hingga sekitar pukul 05.30 WITA ketika fajar mulai menyingsing.


    Pada jam-jam tersebut, puluhan truk pengangkut hasil pertanian dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan berdatangan. Sayur-mayur yang masih segar langsung dibongkar dan menjadi rebutan pedagang grosir maupun pengecer.


    Keunggulan utama Pasar Kalimbu' terletak pada harga yang relatif lebih murah dibandingkan pasar eceran. Kondisi ini menjadikan pasar tersebut sebagai pusat kulakan bagi pedagang tradisional, pemilik warung, hingga pelaku usaha kuliner di Kota Makassar.


    Transaksi bahkan sudah berlangsung sesaat setelah muatan diturunkan dari truk. Para pedagang membeli dalam jumlah besar untuk kemudian dipasarkan kembali ke berbagai pasar tradisional maupun kios di Makassar dan sekitarnya.



    Salah seorang pedagang, Daeng Amiruddin, mengungkapkan bahwa komoditas yang masuk ke Pasar Kalimbu' berasal dari sejumlah sentra pertanian di Sulawesi Selatan.


    "Sayur mayur dan daun bawang banyak didatangkan dari Malino, Kabupaten Gowa. Cabai besar berasal dari wilayah Galesong, Kabupaten Takalar. Kol dan wortel dipasok dari Rumbia, Kabupaten Jeneponto, sedangkan brokoli dan bawang merah berasal dari Kabupaten Bantaeng," ujarnya.


    Menurutnya, pasokan dari berbagai daerah tersebut membuat ketersediaan komoditas di Pasar Kalimbu' tetap terjaga sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang.


    Karakter pembeli di pasar ini juga berbeda berdasarkan waktu kedatangan. Pada dini hari, pasar dipadati pedagang eceran, distributor, dan pengelola rumah makan yang berbelanja dalam jumlah besar. Sementara menjelang pagi, ketika aktivitas grosir mulai mereda, giliran masyarakat umum dan ibu rumah tangga datang untuk memenuhi kebutuhan harian dengan pembelian dalam jumlah lebih kecil.


    Lebih dari sekadar tempat transaksi, Pasar Lokal Kalimbu' menjadi cerminan denyut perekonomian rakyat Kota Makassar. Selama lebih dari 100 tahun, pasar ini tetap menjadi simpul distribusi pangan yang menopang aktivitas perdagangan tradisional sekaligus menjaga rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat...


    BATEKU MI - punggawa #KoPigiKeliling.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini