Bukan sekadar membuka lapak ayam goreng, ABG datang membawa konsep yang cukup berani: menghadirkan cita rasa ala hidangan hotel dengan harga kaki lima.
Konsep tersebut lahir dari pengalaman pemilik ABG, M. Syahrul Safei, yang akrab disapa Syahrul. Berbekal pengalaman bekerja di dunia perhotelan serta bakat memasak, Syahrul memilih membawa keahliannya ke tengah masyarakat melalui usaha kuliner kaki lima.
“Saya punya bakat memasak dan pengalaman bekerja di hotel. Dari situlah muncul prinsip untuk membawa rasa hidangan hotel ke kaki lima, tetapi dengan harga yang tetap terjangkau masyarakat,” ujar Syahrul kepada insan pers Fakta Hukum.
MENU MINANG JADI SENJATA UTAMA
ABG tidak hanya mengandalkan menu ayam goreng biasa. Sejumlah menu disiapkan untuk menyasar selera masyarakat Sumatera Barat, mulai dari Pecel Ayam, Pecel Lele, Ayam Batokok Lado Hijau, Jaring Batokok Lado Hijau, Cah Kangkung, Petai Goreng hingga Hati Ampela.
Dua menu yang menjadi perhatian adalah Ayam Batokok dan Jaring Batokok Lado Hijau. Cita rasa pedas, gurih dan karakter masakan Minangkabau menjadi kekuatan yang ingin ditonjolkan ABG.
“Menu yang kami unggulkan adalah Pecel Ayam, Pecel Lele, terutama Ayam dan Jaring Batokok Lado Hijau. Ini merupakan ciri khas masakan orang Minang,” kata Syahrul.
Untuk minuman, konsumen dapat memilih teh panas maupun dingin, Nutrisari, cappuccino, teh tarik hingga aneka jus.
GRAND OPENING, BELI 2 GRATIS 1
Untuk menarik perhatian konsumen pada pembukaan perdana, ABG langsung menggelar promo “Beli 2 Gratis 1”.
Lapak tersebut beroperasi mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga 23.00 WIB, dengan waktu tutup menyesuaikan kondisi di lapangan.
Kehadiran ABG juga membuka lapangan pekerjaan. Saat ini sekitar tujuh tenaga kerja telah terserap dalam operasional usaha tersebut. Namun bagi Syahrul, bisnis yang dibangun tidak hanya berorientasi pada keuntungan.
Ia berharap keberadaan ABG dapat ikut memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan menjadi pintu berbagi rezeki.
“Kami berharap Lapak ABG bisa berjalan lancar, semakin ramai, dan tentunya bisa berbagi rezeki dengan teman-teman maupun panti asuhan,” tuturnya.
Komitmen sosial itu bahkan ditunjukkan sebelum grand opening. Pihak ABG mengundang 14 anak dari panti asuhan yang berada di belakang TVRI untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin Ustaz Hery Chan.
TAK PUAS HANYA DI ALAI, ABG BIDIK LUAR PADANG
Syahrul rupanya tidak ingin ABG berhenti sebagai satu lapak di kawasan Alai.
Jika mendapat respons positif dari masyarakat, ia mulai membidik pengembangan usaha hingga ke luar Kota Padang.
“Bismillahirrahmanirrahim. Semoga usaha ini sukses, lancar dan berkah. Kami ingin memberikan makanan yang enak, porsi yang memuaskan, harga terjangkau, serta pelayanan yang membuat konsumen ingin datang kembali,” ujar Syahrul.
Untuk memperkuat daya tarik, ABG juga menyediakan hiburan musik, sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga dapat menikmati suasana santai.
Dengan mengusung slogan “Makanan Enak Pasti Akan Kembali Lagi”, Syahrul optimistis ABG mampu merebut perhatian pecinta kuliner Kota Padang.
Ia juga membuka kemungkinan menambah menu baru sesuai permintaan dan selera konsumen.
Kini, ABG mencoba mengambil posisi di tengah ketatnya persaingan kuliner Kota Padang dengan formula yang sederhana namun ambisius: rasa ala hotel, harga kaki lima, menu bercita rasa Minang, porsi memuaskan, serta pelayanan yang membuat pelanggan kembali.
Jika konsisten menjaga kualitas dan mampu mempertahankan harga terjangkau, Lapak Ayam Badai Gurih bukan tidak mungkin berkembang dari satu titik di Alai menjadi jaringan kuliner yang merambah berbagai daerah di Sumatera Barat..(Hery Chan)


