Padang, Fakta Hukum Nasional — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat menggelar lomba Polisi Cilik (Pocil) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat, keceriaan dan kebersamaan. Para peserta yang merupakan generasi muda tampil dengan penuh percaya diri menunjukkan kemampuan, kedisiplinan serta kekompakan dalam berbagai rangkaian lomba.
Lomba Polisi Cilik menjadi salah satu kegiatan yang memiliki nilai edukatif dalam rangka memperkenalkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diajak untuk mengenal berbagai aturan dan etika berlalu lintas, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, keberanian dan kepedulian terhadap keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Ditlantas Polda Sumbar untuk membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan.
Edukasi kepada generasi muda dinilai penting karena anak-anak merupakan bagian dari pengguna jalan sekaligus calon pengemudi dan masyarakat yang akan menentukan budaya berlalu lintas pada masa mendatang.
Semangat dan Keceriaan Generasi Penerus
Sejak kegiatan dimulai, suasana penuh antusiasme terlihat dari para peserta. Dengan mengenakan seragam Polisi Cilik, mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh semangat.
Kekompakan dan kedisiplinan menjadi bagian yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan lomba. Setiap peserta dituntut mampu mengikuti instruksi, menjaga barisan, bekerja sama dengan rekan-rekannya serta menunjukkan sikap disiplin.
Meski masih berusia anak-anak, para peserta terlihat berusaha memberikan penampilan terbaik. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Semangat tersebut menjadi gambaran bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas dapat dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif dan sesuai dengan dunia anak.
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan lomba Polisi Cilik merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 sekaligus sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.
"Melalui kegiatan Polisi Cilik ini, kami ingin memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya disiplin, keselamatan dan tertib berlalu lintas dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang perlu kita bekali dengan nilai-nilai positif sejak dini," ujar Kombes Pol. Reza.
Tanamkan Disiplin Sejak Usia Dini
Menurut Reza, budaya tertib berlalu lintas tidak dapat dibangun secara instan. Kesadaran tersebut perlu ditanamkan secara bertahap dan berkelanjutan, termasuk melalui pendidikan kepada anak-anak.
Anak-anak perlu dikenalkan dengan berbagai perilaku sederhana dalam berlalu lintas, seperti memahami rambu, menggunakan fasilitas penyeberangan, mengenakan perlengkapan keselamatan serta memahami pentingnya mematuhi aturan ketika berada di jalan.
"Keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya. Untuk membangun budaya tersebut, edukasi harus dilakukan sejak dini. Kami berharap anak-anak dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, minimal di lingkungan keluarga dan sekolahnya," jelas Reza.
Ia menilai, anak-anak memiliki peran penting dalam menyampaikan kembali pesan-pesan keselamatan kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya.
Dengan cara yang sederhana, anak-anak dapat mengingatkan keluarga untuk menggunakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara dan selalu mengutamakan keselamatan.
"Anak-anak bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya. Ketika mereka sudah memahami pentingnya keselamatan, mereka juga dapat mengingatkan orang tua, saudara maupun teman-temannya. Dari hal-hal kecil inilah kita berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh," katanya.
Bukan Sekadar Perlombaan
Kombes Pol. Reza menegaskan, kegiatan Polisi Cilik tidak semata-mata bertujuan mencari peserta yang terbaik dalam perlombaan.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun karakter anak melalui kegiatan yang menggabungkan unsur pendidikan, kedisiplinan, kerja sama dan kegembiraan.
"Yang paling utama bukan siapa yang menang atau kalah. Yang kita harapkan adalah prosesnya. Anak-anak belajar disiplin, belajar bekerja sama, belajar bertanggung jawab dan memahami bahwa keselamatan di jalan merupakan hal yang sangat penting," tuturnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga memberikan pengalaman positif bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan personel kepolisian dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan.
Hal tersebut diharapkan dapat membangun kedekatan antara generasi muda dengan institusi Polri sekaligus mengenalkan tugas kepolisian kepada anak-anak dengan pendekatan yang humanis.
"Kami ingin anak-anak mengenal polisi sebagai sosok yang dekat, ramah dan siap memberikan perlindungan serta pelayanan. Melalui Polisi Cilik, kita membangun komunikasi dengan generasi muda sejak awal," ungkap Reza.
Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah dan Orang Tua
Dirlantas Polda Sumbar juga menekankan pentingnya dukungan dari sekolah dan orang tua dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.
Menurutnya, edukasi yang diberikan kepolisian akan lebih efektif apabila dilanjutkan secara konsisten di lingkungan keluarga dan sekolah.
"Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Pendidikan keselamatan berlalu lintas membutuhkan dukungan guru, orang tua dan seluruh masyarakat. Apa yang diberikan kepada anak-anak melalui kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia berharap para guru dapat terus mengingatkan siswa mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, sementara orang tua memberikan contoh yang baik ketika berkendara.
Sebab, menurutnya, anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang disampaikan kepada mereka, tetapi juga dari perilaku orang dewasa di sekitarnya.
"Ketika orang tua tertib menggunakan helm, mematuhi rambu dan memberikan contoh berkendara yang aman, anak-anak akan melihat dan menirunya. Karena itu, keteladanan menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan," kata Reza.
Bentuk Kepedulian terhadap Generasi Penerus
Pelaksanaan lomba Polisi Cilik dalam rangka HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 juga menjadi wujud perhatian Ditlantas Polda Sumbar terhadap generasi penerus bangsa.
Menurut Reza, keselamatan anak-anak di jalan raya harus menjadi perhatian bersama. Anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan sekaligus edukasi agar mampu memahami risiko dan pentingnya keselamatan ketika berada di lingkungan lalu lintas.
"Kita ingin memastikan generasi muda memahami bahwa jalan raya adalah ruang bersama yang harus digunakan dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Keselamatan bukan hanya tugas polisi, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pengguna jalan," tegasnya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta, guru pendamping, orang tua serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, sekolah, guru, orang tua dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semangat dan keceriaan anak-anak menjadi energi positif bagi kami untuk terus melakukan edukasi keselamatan berlalu lintas," ucapnya.
Harapan Lalu Lintas yang Lebih Aman
Memasuki usia ke-71, Ditlantas Polda Sumbar berharap kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas dapat semakin diperluas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
Kombes Pol. Reza mengatakan, pembentukan karakter tertib berlalu lintas membutuhkan proses panjang dan harus dilakukan secara konsisten.
"Harapan kami, anak-anak yang mengikuti kegiatan Polisi Cilik ini tidak hanya tampil disiplin saat perlombaan, tetapi membawa nilai-nilai kedisiplinan itu ke sekolah, rumah dan lingkungan mereka," katanya.
Ia juga berharap para peserta dapat menjadi contoh positif bagi teman-temannya.
"Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap keselamatan dan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungannya," tambah Reza.
Lebih jauh, ia berharap momentum HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran Ditlantas Polda Sumbar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.
"Kami ingin peringatan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini memberikan manfaat nyata. Bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi melalui kegiatan yang membangun kesadaran, menanamkan disiplin dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi penerus bangsa," pungkasnya.
Lomba Polisi Cilik pun menjadi gambaran bagaimana edukasi keselamatan berlalu lintas dapat dikemas dalam suasana yang ceria dan menyenangkan. Di balik seragam kecil dan gerakan yang penuh semangat, tersimpan pesan penting tentang kedisiplinan, tanggung jawab dan keselamatan.
Melalui kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Sumbar terus mendorong lahirnya generasi muda yang memahami pentingnya tertib berlalu lintas, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan semangat, disiplin dan keceriaan generasi penerus bangsa, edukasi keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumatera Barat. (Putri)


