Pariaman, fakta hukum nasional— Ketua DPRD Kota Pariaman Muhajir Muslim memastikan dukungan politik dan pengawalan anggaran bagi para atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026.
Muhajir mengatakan, seluruh atlet dari berbagai cabang olahraga merupakan aset daerah yang perlu dijaga serta didukung agar tetap dapat berkompetisi dan meraih prestasi.
“Saya mendukung para atlet dari berbagai cabang olahraga untuk bertanding di Porprov Sumatera Barat 2026. Mereka adalah aset daerah yang harus dijaga dan diperjuangkan,” kata Muhajir saat bersilaturahmi dengan Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus di rumah dinas Ketua DPRD Kota Pariaman, Rabu (4/3/2026).
Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Sekretaris Umum II KONI Sumbar, Risky Syahputra.
Muhajir berharap Pemerintah Kota Pariaman bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dapat segera mencari solusi agar pembinaan olahraga tetap berjalan dan prestasi atlet tidak terhambat.
Menurut dia, olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi muda sekaligus kebanggaan daerah.
“Sebagai Ketua DPRD, saya berkomitmen mengawal anggaran agar kontingen Kota Pariaman siap dan mampu memberikan prestasi terbaik,” ujarnya.
Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus mengapresiasi dukungan yang disampaikan DPRD Kota Pariaman terhadap pembinaan atlet.
Menurut dia, dukungan dari unsur legislatif dan pemerintah daerah sangat penting agar para atlet dapat fokus berlatih tanpa terbebani persoalan nonteknis, termasuk anggaran.
“Komitmen seperti ini sangat dibutuhkan agar para atlet tetap fokus berlatih,” kata Hamdanus.
Ia menambahkan, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan KONI menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan sekaligus pencapaian prestasi pada Porprov mendatang.
Porprov XVI Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Sementara itu, dalam rapat koordinasi persiapan yang digelar KONI Sumatera Barat bersama KONI kabupaten dan kota se-Sumbar di Padang, Selasa (24/2/2026), sebanyak 11 daerah awalnya menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah.
Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 12 daerah setelah satu kota lainnya menyatakan kesediaan menjadi tuan rumah bersama.
Hasil rapat tersebut akan disinkronkan dengan pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga sebelum diputuskan secara final dalam rapat koordinasi teknis dalam waktu dekat.(kld)


