Padang, fakta hukum nasional— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga guna mematangkan roadmap pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) tersebut berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026). Pertemuan ini juga menjadi forum penyampaian arah kebijakan pembinaan sekaligus evaluasi awal terhadap hasil tes atlet.
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengatakan target yang ingin dicapai Sumatera Barat pada PON 2028 adalah menembus 10 besar nasional.
“Target 10 besar PON menjadi tujuan kita bersama. Target ini tentu tidak ringan, namun bisa dicapai jika seluruh unsur pembinaan bekerja secara bersama-sama,” kata Hamdanus.
Menurut dia, pertemuan awal dengan para pelatih menjadi langkah penting untuk menyatukan visi dalam membangun prestasi olahraga Sumatera Barat.
Hamdanus juga mengapresiasi tim monitoring dan evaluasi (monev) Pelatprov serta para pelatih yang telah ditetapkan oleh masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga.
“KONI tidak akan memiliki arti tanpa prestasi. Karena itu pelatih yang ditugaskan membina atlet merupakan mereka yang memiliki pengalaman di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan atlet membutuhkan kolaborasi antara KONI sebagai penyedia dukungan program dan pelatih sebagai pihak yang menyiapkan atlet di lapangan.
“KONI bertanggung jawab menyiapkan dukungan pembinaan, sementara pelatih fokus mempersiapkan atlet. Dua unsur ini harus berjalan seiring untuk melahirkan prestasi,” katanya.
Terkait anggaran, Hamdanus mengakui dana untuk program Pelatprov masih terbatas. Namun, pihaknya akan berupaya menambah dukungan melalui APBD Perubahan maupun sumber pendanaan lain.
“Jika prestasi dan perkembangan atlet terlihat signifikan, tentu dukungan dari DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumbar akan semakin kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr Septri, mengatakan setelah proses verifikasi terdapat 35 cabang olahraga yang masuk dalam program Pelatprov Sumbar.
Sebelum program pembinaan berjalan penuh, Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, tes kesehatan, serta psikotes terhadap para atlet.
“Tes awal ini bukan untuk menyeleksi atlet, tetapi untuk melihat kondisi dasar atau baseline atlet. Pada tes berikutnya yang dijadwalkan Mei nanti akan dilihat apakah ada peningkatan performa,” kata Septri.
Ia menambahkan, Sumatera Barat menargetkan perolehan 19 medali emas pada PON 2028 sebagai bagian dari upaya menembus 10 besar nasional.
Dalam skema pembinaan tersebut, atlet juga dikelompokkan dalam empat kategori, yakni atlet andalan, atlet prioritas, atlet potensial, dan atlet binaan.
Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr Risky Syahputra, mengatakan program Pelatprov dirancang berbasis data hasil tes atlet agar pembinaan berjalan lebih terukur.
“Pembinaan tidak lagi hanya berdasarkan asumsi. Dengan data tes fisik, kesehatan, dan psikologi, pelatih dapat menyusun program latihan yang lebih tepat sasaran,” ujar Risky.
Ia menambahkan evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten selama masa pembinaan.(rel)


