Padang, fakta hukum nasional — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM Unand) membantah isu pengajuan proposal bantuan dalam pertemuan dengan anggota DPR RI Andre Rosiade.
Dalam pernyataan sikap yang dirilis, BEM KM Unand menegaskan tidak pernah mengajukan proposal bantuan kepada pihak mana pun. Dalam pertemuan tersebut, mereka hanya membawa kajian dan tuntutan sebagai bentuk tanggung jawab intelektual mahasiswa.
“Klarifikasi bukan sekadar jawaban, ini tentang menjaga integritas gerakan,” demikian pernyataan BEM KM Unand.
Menurut mereka, narasi yang beredar telah mencampuradukkan fakta di lapangan dengan tindakan pihak lain yang berada di luar koordinasi organisasi. BEM KM Unand menyebut, hal itu berpotensi menggiring opini publik.
BEM KM Unand menyayangkan berkembangnya narasi tersebut. Mereka menegaskan gerakan mahasiswa harus tetap berdiri di atas nilai kritis, independen, dan berpihak kepada rakyat.
Organisasi itu juga mengimbau publik untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Pernyataan tersebut ditandatangani Presiden Mahasiswa Shabbarin Syakur dan Wakil Presiden Muhammad Firdan. Sabtu (11/4/2026)“Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan Indonesia,” demikian penutup pernyataan itu.(rel/hen)


