-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Produksi Melimpah, Swasembada Pangan Nasional Dirasakan hingga Pelosok Nagari

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Jumat, 10 April 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T11:16:34Z
    banner 719x885

     




    Padang, fakta nasional nasional— Keberhasilan program swasembada pangan nasional mulai dirasakan hingga ke tingkat nagari di Sumatera Barat. Produksi yang meningkat signifikan menunjukkan capaian tersebut tidak sekadar angka, tetapi berdampak langsung bagi masyarakat.


    Wali Nagari Panti Selatan, Didi Al Amin, mengatakan daerah yang dipimpinnya berhasil mencapai swasembada gabah pada 2025. Produksi gabah mencapai 5.813 ton dari luas lahan 933 hektare pada musim panen terakhir. Capaian itu menjadi salah satu yang tertinggi di Kabupaten Pasaman dengan tingkat keberhasilan sekitar 85 persen.


    “Produksi kami meningkat signifikan. Ini menunjukkan program swasembada pangan benar-benar dirasakan di tingkat nagari,” ujarnya.


    Namun demikian, Didi mengakui masih terdapat kendala di sektor hilir, terutama terkait keterbatasan pengusaha penggilingan padi (heller). Kondisi ini membuat sebagian hasil panen tidak dapat ditampung di daerah.


    “Pengusaha heller di Pasaman belum mampu menampung hasil panen yang melimpah. Selain itu, keterbatasan modal juga menjadi kendala,” katanya.


    Akibatnya, gabah petani harus dibawa ke luar daerah, seperti Payakumbuh, Bukittinggi, dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk digiling.


    Didi juga mengusulkan perubahan tata kelola program lumbung pangan. Ia berharap pengelolaan tidak hanya melalui gabungan kelompok tani (gapoktan), tetapi dapat melibatkan pemerintah nagari atau desa dengan berkolaborasi bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) agar manfaatnya lebih merata.


    Sementara itu, Rektor Universitas Ekasakti, Prof Sufyarma Marsyidin, mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia menilai capaian swasembada pangan 2025 merupakan hasil kerja keras dan pembenahan yang dilakukan secara menyeluruh.


    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2025 mencapai 34,71 juta ton atau meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data tersebut juga sejalan dengan rilis Food and Agriculture Organization (FAO).


    Menurut dia, peningkatan produksi didukung oleh berbagai program strategis, seperti pompanisasi untuk pengairan lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, kemudahan akses pupuk, serta program cetak sawah baru.


    “Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh jajaran, termasuk pembenahan internal yang membuat sektor pertanian lebih bersih dan efektif,” ujarnya.


    Senada itu, Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Padang, Dafrawira De Hansen, menilai tren produksi pangan nasional saat ini berada dalam kondisi positif. Ia menyebut stok pangan nasional dalam kondisi aman dan didukung data lintas lembaga.


    “Stok kita kuat. Ini indikator paling konkret bahwa sistem pangan nasional dalam kondisi aman. Data kita juga divalidasi oleh lembaga internasional,” katanya.


    Dafrawira menegaskan pentingnya menyampaikan informasi berbasis data agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.


    “Jangan sampai opini mengalahkan fakta. Data sudah jelas menunjukkan arah yang positif,” ujarnya.(hen)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini