-->
  • Jelajahi

    Copyright © Fakta Hukum
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Antrean Solar Mengular, WALHI Curiga Ada Suplai ke Tambang Emas Ilegal

    Redaksi Fakta Hukum Nasional
    Senin, 18 Mei 2026, Mei 18, 2026 WIB Last Updated 2026-05-18T10:55:15Z
    banner 719x885


    Padang, fakta hukum nasional – Antrean panjang BBM subsidi di sejumlah SPBU di Sumatera Barat mulai memicu sorotan. Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi Sumbar) Sumatera Barat menduga kelangkaan solar tidak lepas dari maraknya aktivitas tambang emas ilegal yang kembali beroperasi di sejumlah wilayah.


    Direktur Eksekutif WALHI Sumbar Tommy Adam menilai tingginya kebutuhan bahan bakar untuk operasional tambang ilegal membuka dugaan adanya praktik pelansiran solar subsidi yang kemudian dijual ke lokasi tambang.


    Menurut Tommy, alat berat seperti eskavator yang digunakan di tambang emas ilegal bekerja hampir 24 jam dan membutuhkan pasokan solar dalam jumlah besar setiap harinya.


    “Kalau melihat kebutuhan alat berat di tambang ilegal, sangat tidak mungkin mereka membeli BBM secara normal. Dugaan kami ada aktivitas pelansiran solar subsidi yang kemudian dijual ke tambang,” ujar Tommy Adam, Senin (18/5/2026).


    Ia mengatakan pola antrean solar yang kini kembali terjadi berbeda dengan kondisi beberapa waktu lalu saat aktivitas tambang ilegal sempat berhenti. Ketika itu, distribusi BBM disebut relatif normal tanpa antrean panjang di SPBU.


    “Waktu tambang berhenti, masyarakat tidak terlalu kesulitan mendapatkan solar. Sekarang tambang bergerak lagi, antrean kembali mengular. Ini yang memunculkan dugaan adanya aliran BBM subsidi ke tambang ilegal,” katanya.


    Tommy menyebut praktik pelansiran BBM untuk kebutuhan tambang ilegal harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena berdampak langsung terhadap masyarakat kecil yang bergantung pada solar subsidi.


    “Yang dirugikan masyarakat. Mereka antre berjam-jam, sementara solar diduga disedot untuk kepentingan tambang ilegal,” tegasnya.


    WALHI Sumbar juga menyoroti lemahnya penindakan terhadap tambang ilegal selama ini. Penertiban disebut hanya menyasar pekerja lapangan dan belum menyentuh jaringan utama maupun pemasok BBM.


    “Kalau hanya menangkap operator di lapangan, tambang tidak akan pernah selesai. Yang harus dibongkar juga jalur distribusi solar dan pihak yang bermain di belakangnya,” ujarnya.


    Tommy berharap Kapolda Sumbar yang baru berani mengambil langkah tegas terhadap tambang emas ilegal, termasuk mengusut dugaan praktik pelansiran BBM subsidi yang memasok aktivitas tambang.


    “Publik ingin melihat tindakan nyata, bukan sekadar razia sesaat. Tambang ilegal dan permainan solar subsidi ini harus diputus sampai ke akarnya,” tutupnya.(rel)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini