SUMATERA BARAT, Fakta Hukum Nasional - Pemandangan penuh kehangatan dan kehumanisan terlihat dalam giat rutin personel Ditlantas Polda Sumbar. Tidak di jalan tol yang bising dengan deru kendaraan, melainkan di sebuah warung sederhana di pinggir jalan, seorang personel Patroli Jalan Raya (PJR) *Induk 3 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar* tampak akrab berdialog dan berfoto bersama tiga orang ibu masyarakat.
Foto yang beredar dengan tagline besar *"Polisi Bersama Masyarakat"* ini menjadi viral di media sosial internal Polri dan menjadi contoh nyata implementasi program unggulan Kapolda Sumbar dan Dirlantas Polda Sumbar tentang *Polri yang Presisi, Humanis, dan Dicintai Masyarakat.*
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka patroli dialogis dan sambang warga tersebut dipimpin langsung oleh personel Induk 3 yang sedang melaksanakan tugas patroli rutin di wilayah hukumnya. Saat melintas, personel tersebut menyempatkan diri untuk berhenti, menyapa, dan bersilaturahmi dengan para ibu yang sedang beraktivitas. Tanpa canggung, keakraban pun terjalin. Senyum tulus dan acungan jempol dari para ibu menjadi bukti bahwa sosok Polisi masih sangat dihormati dan dicintai.
Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan di baliho, tapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
Dengan cara seperti ini, kita membangun jembatan kepercayaan. Ketika masyarakat sudah percaya, maka segala informasi tentang kamtibmas dan kamseltibcar lantas akan mudah kita dapatkan.
Ia menegaskan bahwa tugas Polantas tidak hanya mengatur lalu lintas dan menindak pelanggaran, tetapi yang paling utama adalah melakukan edukasi dan pendekatan humanis.
Bersama Masyarakat, Polri Hadir untuk Melindungi, Mengayomi, dan Melayani demi Terciptanya Keamanan, Ketertiban, dan Keharmonisan." Foto tersebut adalah implementasi langsung dari doktrin tersebut. Polisi hadir bukan untuk ditakuti, tapi untuk menjadi pelindung.
Dengan menyapa warga secara langsung, terutama para ibu-ibu yang merupakan tokoh kunci dalam keluarga, Polisi menanamkan nilai-nilai tertib berlalu lintas sejak dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Para ibu diharapkan bisa menjadi duta keselamatan bagi anak dan cucunya.
Personel Induk 3 dalam foto tersebut menunjukkan bahwa Polisi lalu lintas bisa sangat ramah dan bersahabat. Menggunakan rompi hijau khas PJR, topi putih kebanggaan Polantas, namun sikapnya sangat membumi. Hal ini diharapkan dapat mengubah mindset masyarakat bahwa Polisi adalah sahabat, bukan musuh.
Kegiatan sambang seperti ini sangat efektif untuk menyerap aspirasi warga. Dari warung ke warung, dari desa ke desa, personel dapat mendengar langsung keluhan tentang jalan rusak, penerangan jalan yang minim, hingga titik-titik rawan kecelakaan yang perlu segera ditindaklanjuti.
Kegiatan *Polisi Bersama Masyarakat* ini akan terus digencarkan oleh Ditlantas Polda Sumbar di seluruh jajaran Sat PJR, mulai dari Induk 1 hingga Induk 6. Mulai dari kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan, patroli, hingga sambang warga, semuanya akan dikemas dengan cara yang humanis dan presisi.
Dengan semakin humanisnya Polisi di mata masyarakat, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Provinsi Sumatera Barat dapat terus ditekan, serta terwujudnya keamanan, ketertiban, dan keharmonisan di Ranah Minang yang kita cintai bersama.(Putri)

