Mentawai Fakta Hukum Nasional _ Jakop Saguruk resmi membuka kegiatan Kompetisi Surfing Bupati Cup Dinas Pariwisata Mentawai Road To QS 6000 Mentawai Pro 2026 di kawasan wisata Homestay Mapaddegat, Kecamatan Sipora Utara, Selasa (20/5/2026).
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Mei 2026 itu tidak hanya menghadirkan kompetisi surfing, tetapi juga diramaikan pertunjukan seni budaya Mentawai hingga gerai tato tradisional yang menjadi daya tarik wisatawan dan peserta.
Dalam sambutannya, Jakop Saguruk menegaskan bahwa potensi surfing Mentawai harus dikelola secara serius sebagai kekuatan besar daerah, baik untuk pengembangan pariwisata maupun pembinaan atlet lokal berprestasi.
“Melalui kompetisi Bupati Cup ini, pemerintah daerah bersama PSOI memiliki tujuan strategis untuk melahirkan peselancar lokal yang bermental kompetitif, berbakat, dan siap tampil di ajang internasional,” tegas Jakop kepada wartawan.
Ia menyebut, kompetisi ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan bagian dari proses seleksi resmi atlet surfing terbaik Mentawai yang nantinya akan memperoleh kesempatan tampil pada ajang internasional bergengsi.
Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi momentum besar bagi generasi muda Mentawai untuk membuktikan kemampuan mereka di panggung dunia.
“Kita ingin dari kompetisi ini lahir generasi peselancar dunia asal Mentawai yang mampu bersaing dengan atlet internasional,” ujarnya.
Jakop juga menilai event olahraga surfing akan semakin memperkuat posisi Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai destinasi wisata selancar kelas dunia dengan daya tarik yang terus meningkat.
Sementara itu, Aban Barnabas mengatakan, kegiatan Bupati Cup menjadi langkah konsisten pemerintah dalam memperluas promosi pariwisata Mentawai sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi internasional yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang di wilayah Katiet.
“Peserta yang lolos nantinya akan diberikan tiket gratis sebagai bentuk apresiasi untuk tampil pada ajang internasional,” kata Aban Barnabas.
Selain fokus pada olahraga dan pariwisata, event ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, pelaku UMKM diberi ruang berjualan di kawasan wisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Aban menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan daerah yang lebih besar, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi, sektor pariwisata, olahraga prestasi, hingga pemberdayaan generasi muda Mentawai...(Muslim)


